KPK Periksa Pejabat BI Dalam Kasus Minyak Mentah dan Kilang Petral
beritapapua.id - KPK Periksa Pejabat BI Dalam Kasus Minyak Mentah dan Kilang Petral - TF Subarkah

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PT. Pertamina Energy Services (PES) yang menyeret mantan Direktur Utama Pertamina Energy Services (PES) Pte. Ltd, Bambang Irianto (BTO). Pengusutan yang dilakukan ditandai dengan pemanggilan sejumlah saksi hari ini.

KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Pungky Purnomo Wibowo. Pungky yang sebelumnya menjabat Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI dan Keuangan Inklusif BI akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Bambang Irianto (BTO).

Tim Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan Pungky Purnomo Wibowo pada Kamis (09/04/2020). Keterangan Pungky dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka BTO sebagai mantan Managing Director PES dan mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).

“Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka BTO (Bambang Irianto),” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, dikutip dari Okezone.com. Belum diketahui secara pasti materi pemeriksaan yang akan didalami penyidik terhadap Pungky dalam kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang Petral.

Ali mengatakan penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi lainnya. Mereka ialah Agus Bayu Winarno sebagai mantan pegawai PT. Sucofindo, Feria Widiarti sebagai seorang ibu rumah tangga, Intership pada Fungsi Legal PT. Pertamina, Fitri Hillary Michiko, dan Yusnita sebagai pegawai PT. YNM Edukasi Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Beri BLT Rp 600 Ribu Per Keluarga Selama 3 Bulan

Permulaan Kasus

Kasus ini bermula pada tahun 2008, saat Bambang masih bekerja di kantor pusat PT. Pertamina. KPK menjelaskan Bambang saat itu bertemu dengan perwakilan Kernel Oil Pte. Ltd, yang merupakan salah satu rekan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES.

Saat bambang menjabat sebagai Vice President Marketing, PES melaksanaan pengadaan dan penjualan minyak mentah serta produk kilang untuk kebutuhan PT. Pertamina yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun Trader.

Pada tahun 2009-2012, perwakilan Kernel Oil Pte. Ltd beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan PES. Bambang diduga menerima sejumlah uang melalui rekening bank di luar negeri, bahkan ia mendirikan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island yang diketahui sebagai Tax Heaven Services. Melalui rekening SIAM, Ia menerima uang sebesar US$2,9 juta.

Atas perbuatanya, Bambang dijerat Pasal 12 huruf a , Pasal 12 huruf b, subsidair pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi.