Kronologi Pembakaran Mobil Pedangdut Via Vallen
beritapapua.id - Kronologi Pembakaran Mobil Pedangdut Via Vallen - Tribunnews

Kabar kurang baik datang dari pedangdut Via Vallen. Mobil mewahnya yang terparkir di samping rumah tiba-tiba terbakar. Mobil itu dibakar hingga hangus, hanya menyisakan rangka. Kejadian nahas tersebut diperkirakan terjadi menjelang subuh.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menuturkan, kejadian terbakarnya mobil Via terjadi pada pukul 03.30 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, Sumardji menyebut, terdapat seorang pria yang berjalan memasuki gang samping rumahnya Via. Sebelum mobil itu dibakar, lanjut Sumardji, pria berinisial V yang saat ini sudah ditangkap itu membawa botol air mineral yang sudah terisi bahan bakar.

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa tas yang di dalamnya berisi paspor, buku tabungan, dan alat-alat perdukunan. Barang-barang perdukunan yang dimaksud yakni boneka kecil menyerupai jenglot, dan bambu kuning berukuran sekian sentimeter. Tentu saja penemuan jenglot langsung menyita perhatian.

Biasanya, mobil Via Vallen dan keluarga semua diparkir rapi di halaman rumahnya. Namun pada hari kejadian itu, garasi rumah Via Vallen sedang dikondisikan untuk keperluan syuting video klip, sehingga mobil-mobil harus parkir di luar untuk sementara waktu. Setelah syuting selesai, mobil Via Vallen tidak langsung dimasukkan ke garasi dan dibiarkan terparkir di luar. Saat itu lah mobil Via Vallen terbakar.

Baca Juga: Bupati Buru Bagi 200 Paket Sembako di Desa Sawa dan Waeperang

Pelaku Sempat Berpura-pura Gila dan Mengancam Pihak Via Vallen

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Sumardji mengatakan bahwa orang yang diduga membakar mobil Via diduga mengalami gangguan jiwa. Dia mengatakan pelaku bicaranya kemana-kemana.

“Orangnya (yang diduga pelaku) pura-pura bego, pura-pura gila. Ngomong-nya ngalor-ngidul, ngelantur,” ujar Sumardji.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum membakar pelaku menulis sebuah ancaman di tembok rumah sebelah pintu gerbang rumah Via. Pesan yang tertulis di tembok itu bertuliskan “Kibus ada, ada gak kasih haku, pije persa, pije 97 mati kau bang”.

Setelah membakar pelaku langsung menyerahkan dirinya ke Polsek Tanggulangin. Tersangka yang diketahui bernama Pije ini dijerat pasal 187 ayat 1 KUHP tentang pembakaran.

Tentang motif pembakaran, sejauh ini mengarah ke sakit hati. Bukan sakit hati ke Via Vallen, tapi ke seseorang yang sempat menemui Pije ketika dia berusaha menemui Via di rumahnya. Namun, sesampai di rumah Via, Pije mengaku mendapat sambutan yang kurang baik dari orang yang menemuinya.