KSAD Pecat Anggota TNI Penyerangan Polsek Ciracas
Beritapapua.id - KSAD Pecat Anggota TNI Penyerangan Polsek Ciracas - Wowkeren

KSAD Pecat Anggota TNI Penyerangan Polsek Ciracas – Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa anggota TNI yang terlibat dalam penyerangan Polsek Ciracas selain mendapat hukuman pidana tetapi juga menerima pemecatan dari TNI.

“Sejauh ini dari hasil pemeriksaan, semuanya ini sudah memenuhi pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer. Untuk diberikan hukuman tambahan berupa pemecatan dari dinas militer.” kata Andika dalam jumpa pers Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Minggu (30/08).

Mengutip dari kompas, Andika mengatakan bahwa sejauh ini sudah 12 orang yang mejalani pemeriksaan termasuk Prada MI yang menjadi provokator dari insiden tersebut. Selain itu, 19 prajurit lainnya akan menjalani pemeriksaan.

“Selain pasal pidana yang dilanggar masing-masing, akan beda satu dengan lainnya. Kita akan memberikan hukuman tambahan kepada semuanya yaitu pemecatan,” ujarnya.

Terkait keputusan KSAD Pecat Anggota TNI yang terbukti bersalah tersebut. Andika mengatakan bahwa Ia tidak bermasalah kehilangan puluhan prajurit TNI yang melanggar sumpah dengan melakukan penyerangan ini.

“Lebih baik kita kehilangan 31 atau berapapun prajurit yang terlibat, apapun perannya. Daripada nama TNI AD akan terus rusak oleh tingkah laku tidak bertanggung jawab. Yang sama sekali tidak mencerminkan sumpah prajurit yang mereka ucapkan, janjikan saat menjadi anggota TNI AD,” tambah Andika.

Andika juga menambahkan bahwa para pelaku harus mengganti rugi segala kerusakan dan seluruh biaya pengobatan para korban.

“Ada mekanismenya sehingga kita pastikan mereka semua harus membayar. Pangdam Jaya mendapat tugas dari saya untuk menghimpun semua kerusakan yang timbul oleh insiden tersebut,” katanya.

Baca Juga: Kopi Terbaik di Indonesia Ada di Meepago, Papua

Terjadi Akibat Berita Hoax

Peristiwa ini bermula ketika Pangdam MI yang mengalami kecelakaan tunggal pada pertigaan Arundina, Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas pada hari Jumat (28/08).

Namun kepada rekan-rekannya, Prada MI mengakui bahwa ia telah menerima pengeroyokan. Prada MI menyampaikan pengakuan ini melalui pesan singkat kepada 27 rekannya. Hal ini membuat rekan-rekan nya tersulut emosinya dan kemudian melakukan penyerangan.

Komandan Pusat Polisi Militer Eddy Rate Muis mengatakan bahwa pihaknya bakal menjerat pihak yang menyebarkan berita bohong dengan UU ITE.

“Kalau memang terbukti ada berita hoax, ini tentunya akan dijerat dengan UU ITE. Ancaman hukumannya cukup lumayan, jadi tidak ada yang lolos,” kata Eddy.