Kurang Transparansi, 8 Dokter Spesialis Mengadu ke Bupati Merauke
Kurang Transparansi, 8 Dokter Spesialis Mengadu ke Bupati Merauke

8 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke yang selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke kontrak mengadu ke Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. Mereka merasakan adanya kurang transparansi maupun koordiasi dengan manajemen rumah sakit saat dr. Yenni Mahuze pimpin.

Rabu (24/3/2021) malam, 8 dokter spesialis itu bertemu Bupati Mbaraka di Swiss belhotel. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu, berjalan selama kurang lebih satu jam.

Sebelum menyampaikan arahannya, Bupati Mbaraka memberikan kesempatan kepada perwakilan dokter menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami, selama memberikan pelayanan bagi RSUD rujukan di wilayah selatan Papua tersebut.

“Kami menilai kurang ada koordinasi serta transparansi di RSUD Merauke. Sehingga, perlu menyampaikan kepada Bapak Bupati agar bisa mengambil langkah penyelesaian, agar para dokter bisa bekerja dengan baik untuk melayani pasien,” ungkap salah seorang dokter dalam pertemuan itu.

Menurutnya masih ada satu persoalan yang terjadi karena Direktur RSUD Merauke yakni dr. Yenni Mahuze memberhentikan dokter spesialis rumah sakit tersebut.

Usai pertemuan, Bupati Mbaraka mengatakan sejumlah dokter spesialis itu datang dan menyampaikan bagaimana soal transparasi serta koordinasi yang perlu direktur bersama tenaga medis termasuk para dokter bangun bersama.

Bupati Merauke : Lakukan Evaluasi Bersama Untuk Menyelesaikan Masalah

Ia juga mengatakan untuk perlu melakukan evaluasi secara bersama-sama. Untuk bisa mendengarkan keterangan dari pihak manajemen RSUD juga termasuk perawat serta matri.

Baca Juga : Tutup Karena Covid-19, Bukit Tungkuwiri Jayapura Kembali Dibuka

Dengan meminta klarifikasi dari kedua belah pihak, baru bisa mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini.

“Sehingga negeri ini bisa dibangun khusus dalam bidang kesehatan. Kan tujuan hanya satu yakni data kesehatan masyarakat jadi baik dan pelayanan juga bagus,” ujarnya.

Bupati Mbaraka mengakui memang betul adanya dokter spesialis yang Direktur RSUD Merauke berhentikan.

“Betul, (dokter itu) diberhentikan dan saya sudah dengar keterangan dokter bersangkutan. Nanti direktur juga didengar keterangan pula. Sebagai pimpinan di daerah, saya harus memediasi dan menyelesaikan (masalah ini) dengan baik,” kata Bupati Mbaraka.

Dokter Desi, spesialis anastesi di RSUD Merauke, enggan berbicara dan telah menyampaikan semua kepada Bupati Merauke, Romanus Mbaraka.

“Biar langsung bapak bupati saja, tetapi jelasnya sudah saya sampaikan dalam dialog itu,” katanya.