Kurikulum Prototipe: Madrasah Siap Melakukannya
beritapapua.id - Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di Madrasah. (Foto: Net)

Madrasah siap menerapkan kurikulum prototipe dengan persetujuan Kementerian Agama (Kemenag) , kurikulum prototipe merupakan kurikulum yang disederhanakan sebagai opsi tambahan untuk diterapkan oleh satuan pendidikan pada tahun ajaran 2022/2023.

Muhammad Zain meminta guru madrasah mempersiapkan diri dalam menerapkan kurikulum prototipe Kebijakan ini disampaikan langsung dari Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Sebab, guru madrasah perlu mengubah mindset dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Kebijakan Kemendikbud Ristek yang sedang menggagas kurikulum prototipe harus dapat direspon baik madrasah. Sebab, kurikulum ini lebih fleksibel dan meneguhkan peran utama guru sebagai pendidik profesional.

Kurikulum ini juga diharapkan mampu memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi. Muhammad Zain menjelaskan, ada tiga karakter utama kurikulum prototipe.

Pertama, pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan 8 karakter Yakni, iman, takwa, akhlak mulia, gotong royong, kebhinekaan global, kemandirian, nalar kritis, dan kreativitas.

Baca Juga: Apakah Pengidap Tumor Otak Bisa Disembuhkan?

Kedua, fokus pada materi esensial, Sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

Ketiga, fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Terkait langkah-langkah implementasi kurikulum prototipe pada madrasah, ada enam tahapan yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

  1. Sesuai konteks dan karakteristik madrasah.
  2. Penerapan secara terbatas pada setiap tingkat RA, MI, MTs, dan MA di setiap provinsi.
  3. Disiapkan regulasi yang longgar sebagai penguatan KMA 184 Tahun 2019.