Kutus-Kutus, Minyak Racikan Rumah Yang Mendunia
Beritapapua.id - Kutus-Kutus, Minyak Racikan Rumah Yang Mendunia - Kompas

Kutus-Kutus, Minyak Racikan Rumah Yang Mendunia – Siapa yang tak kenal minyak kutus-kutus ? Minyak ajaib yang sangat ramah untuk digunakan mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Minyak ini bahkan turut meluaskan perspektif masyarakat dalam melihat sisi kesehatan. Pengobatan herbal yang juga sudah menjadi salah satu alternatif yang kini berkembang cukup pesat.

Tahun 2011, Servasius Bambang Pranoto tiba-tiba tidak bisa mengontrol kakinya usai sebuah kecelakaan yang membuatnya terperosok ketika melewati jalan tanah Bali. Servasius yang lulusan Universitas Satyawacana Salatiga itu sempat menjadi eksekutif top dunia Philips. Tetapi sempat pula sekitar 12 tahun hidupnya penuh penderitaan yang menurutnya karena terkena dampak bom teror Bali sejak tahun 2002.

Bermodalkan intuisi dan pengalaman dalam mempelajari penyembuhan tradisional dari alam ketika mengobati istrinya. Servasius pun memutuskan membuat minyak kutus-kutus. Tak lama usai menggunakan ciptaannya sendiri, tak ada keluhan lagi pada kakinya.

Baca Juga: Kisah Ikon Dagadu yang Melekat Pada Kota Pelajar

Asal-Usul Minyak Kutus-Kutus

Kutus-Kutus, Minyak Racikan Rumah Yang Mendunia
Beritapapua.id – Kutus-Kutus, Minyak Racikan Rumah Yang Mendunia – Swa

Saat membuat minyak balur sendiri, Bambang menggunakan bahan berupa minyak kelapa dan 49 tanaman herbal. Mulai dari akar, batang, buah, bunga, hingga daun dari tumbuhan  herbal yang terdapat pada sekeliling rumahnya. Dengan telaten, Ia rutin mengoles minyak racikannya itu pada kakinya. Dalam waktu tiga bulan, Ia berhasil sembuh dari sakitnya tersebut.

Nama “kutus-kutus” sendiri berarti “88” yang bentuknya tidak putus. Selain itu, dalam filosofi Tionghoa, meskipun Ia bukan beretnis Cina. Namun menurutnya angka ini adalah angka yang baik.

Saat pertama dipasarkan sebanyak 500 botol dalam kemasan 250 ml, ternyata tak ada yang membeli. Saat itu, minyak buatannya dikemas dalam botol kaca. Belajar dari pengalaman yang terjadi pada pertengahan tahun 2013 itu, Bambang kemudian menggantinya dengan bahan plastik ukuran 100 ml dan laku keras. Namun, ia sendiri pernah bercerita bahwa minyak yang ia racik baru mendapat izin edar dari BPOM sekitar tahun 2017. Dan sebelum itu ia juga sempat ditegur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Penjualannya kini sudah menyebarluas sampai ke Inggris, Belanda, Perancis, Hongkong, Amerika Serikat dan sebagainya.