Langgar PSBB, Warga Bogor Akan Dapat Sanksi Sosial
beritapapua.id - Langgar PSBB, Warga Bogor Akan Dapat Sanksi Sosial - Kompas

Langgar PSBB, Warga Bogor Akan Dapat Sanksi Sosial – Pemkot Bogor mulai menerapkan sejumlah sanksi bagi warganya yang melanggar penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga. Sebanyak 18 orang diberikan sanksi sosial membersihkan sampah di tempat umum, setelah terkena razia tim gabungan karena langgar aturan PSBB.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 37 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan dan Penerapan Sanksi Pelanggaran PSBB, bersamaan dengan perpanjangan PSBB tahap III, pada 13-26 Mei 2020.

Bagi pelanggar PSBB yang tidak menggunakan masker di luar rumah diberikan sanksi denda Rp50.000 hingga Rp250.000 atau sanksi sosial membersihkan sampah di tempat umum. Namun, sanksi denda dan sanksi sosial baru diberikan pada hari keempat, Sabtu (16/5) dan seterusnya. Untuk hari pertama hingga hari ketiga, 13-15 Mei digunakan untuk sosialisasi.

Baca Juga: Bersiap Dengan Normal Baru di Tengah Covid-19

Wali Kota Bogor Menutup Paksa Kios di Pasar Anyar

Wali Kota Bogor, Bima Arya bertindak tegas dengan menutup paksa kios-kios di Pasar Anyar yang masih berjualan saat PSBB. Ia mengaku miris melihat masih banyak toko di luar yang dikecualikan yang masih beroperasi.

Selain itu, masih banyak juga warga yang kedapatan memaksa ke pasar hanya untuk membeli barang-barang di luar kebutuhan pokok. Bima Arya mengajak warga agar menghargai segala upaya dan pertaruhan yang dilakukan tenaga kesehatan yang terus berjuang menyembuhkan pasien positif Corona.

“Ini saatnya bergerak bersama-sama, jangan sampai yang satu berjuang yang lain tidur. Kita solidaritas sama tenaga kesehatan yang menyabung nyawa. Tenaga kesehatan itu antara hidup dan mati di rumah sakit, masa yang lain bersenang-senang,” kata Bima di Pasar Kebon Kembang.

Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor melakukan penyekatan di Pasar Anyar mulai hari ini agar lautan manusia tidak terulang di Pasar Anyar. Penyekatan dilakukan di 5 titik area sekitar pasar.

Selain itu, Bima juga meminta identitas para pedagang dan pengunjung yang ditemuinya, untuk diketahui dari mana mereka berasal. Saat itulah diketahui bahwa mereka yang beraktivitas di Pasar Anyar dan Pasar Kebon Kembang banyak yang berasal dari luar Kota Bogor.