Langkah Pemkab Asmat Terkait Penanganan Covid-19
Beritapapua.id - Langkah Pemkab Asmat Terkait Penanganan Covid-19 - Seputar Papua

Langkah Pemkab Asmat Terkait Penanganan Covid-19 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua sepakat untuk menerapkan sejumlah pembatasan demi mencegah penyebaran virus covid-19. Setelah munculnya delapan kasus positif covid-19 di Kota Agats pada Sabtu (17/10) lalu.

Delapan orang tersebut sebelumnya telah melakukan test swab di RSUD Agats. Hasil swab itu kemudian dibawa ke RSUD Merauke untuk memeriksakan hasilnya melalui test cepat molekuler (TCM).

“Hasil pemeriksaan TCM RSUD Merauke diketahui bahwa 8 orang yang di-swab di RSUD Agats terkonfirmasi positif covid-19,” kata Pjs Bupati Asmat Triwarno Purnomo.

Pemkab Asmat, bersama dengan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan Moda sepakat agar kegiatan sosial dan keagamaan harus memperhatikan protokol kesehatan. Triwarno pun meminta agar mulai hari Minggu (18/10), ibadah keagamaan dilakukan di rumah.

Pemkab juga meminta agar kantor pemerintah, swasta, rumah ibadah serta tempat usaha menyediakan tempat cuci tangan dan juga alat pengukur suhu tubuh.

Untuk sementara, tempat rekreasi juga ditutup untuk umum. Sedangkan pelabuhan, masih ada pengecualian untuk petugas dan ABK dengan syarat mematuhi protokol kesehatan.

Kegiatan belajar mengajar dan aktivitas perkuliahan akan dilaksanakan di rumah, sampai ada keputusan dari Dinas Pendidikan.

Pembatasan aktivitas ekonomi juga berlaku, yakni dari pukul 06:00 hingga 18:00 WIT. Mulai Senin (19/10), para pelaku usaha dan pemilik perusahaan wajib melakukan penjadwalan jam kerja.

“Aktivitas jam kerja dibatasi pukul 09.00- 14.00 WIT,” tutur Triwarno.

Jika terdapat temuan kasus positif Covid-19 pada tempat pelayanan publik, jasa, dan perusahaan. Maka wajib melakukan tindak mitigasi dan penutupan operasional selama 14 hari.

Baca Juga: Samsul Pembunuh Rangga, Tewas dalam Penjara

Keluar Masuk Asmat Harus Mempunyai Surat Keterangan Bebas Covid-19

Triwarno menjelaskan, warga yang tak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Asmat wajib menyertakan surat keterangan tes swab negatif covid-19 saat berkunjung dan keluar wilayah itu. Sedangkan untuk warga yang memiliki KTP Asmat, wajib membawa surat keterangan rapid test non reaktif covid-19.

Untuk pengguna moda transportasi laut dan udara pada pintu masuk atau keluar Asmat hanya bersifat insidensial. Yang mana harus dilakukan secara ketat dengan pola buka tutup.  Gugus tugas yang akan bertanggung jawab mengurus surat izin keluar masuk pelabuhan.