LAPAN Berencana Bangun Bandar Antariksa di Biak Papua
beritapapua.id - LAPAN Berencana Bangun Bandar Antariksa di Biak Papua - iFuun

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berencana akan melakukan pembangunan Bandar Antariksa di Pulau Biak, Provinsi Papua. Bandar Antariksa ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Pembangunan Bandar Antariksa bertujuan untuk memberikan ruang lebih luas bagi peluncuran roket bertingkat yang juga sedang mereka kembangkan. Dimana LAPAN juga tengah mengembangkan roket penelitian atmosfer secara bertahap yang target ketinggiannya akan terus ditingkatkan.

Keputusan ini diambil oleh LAPAN setelah melakukan pengajian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), dimana dipilih Biak Utara sebagai lokasi pembangunannya. Karena letak Biak yang dianggap paling dekat dengan ekuator. Selain itu posisinya yang juga sekitar satu derajat Lintang Selatan dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Sehingga aman apabila dijadikan sebagai lokasi peluncuran. Sebab saat peluncuran roket secara bertahap, nantinya dapat jatuh di wilayah lautan.

LAPAN memiliki sekitar 100 hektar lahan di Biak Utara untuk pembangunan Bandar Antariksa skala kecil yang akan difungsikan sebagai lokasi uji terbang. Renacananya Bandar Antariksa atau space port skala kecil, yang nantinya digunakan untuk uji terbang dan peluncuran roket-roket kecil. Sedangkan terkait Bandar Antariksa besar akan dibangun dengan kemitraan internasional. LAPAN juga akan memulai sejumlah kajian terkait perencanaan dan pembangunan Bandar Antariksa tersebut.

Dalam melaksanakan pembangunannya ini perlu mempertimbangkan kepemilikan tanah hak ulayat warga setempat. Dimana nantinya dalam melaksanakan proyek yang melibatkan LAPAN, Pemkab Numfor, Pemerintah Provinsi Papua, dan kementerian terkait ini perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Upaya Pemerintah Memberi Bantuan Di Tengah Pandemi

Bandar Antariksa yang pertama di Indonesia

Indonesia meluncurkan satelit-satelitnya menggunakan fasilitas negara lain. Seperti satelit Palapa yang diluncurkan di Pusat Antariksa Kennedy, Amerika Serikat pada pada tahun 1976. Kemudian disusul tiga satelit LAPAN lainnya yang diluncurkan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di India pada tahun 2007, 2015, dan 2016. Melalui adanya bandar antariksa di Biak, LAPAN berharap Indonesia dapat meluncurkan satelit dengan fasilitas sendiri.

Pembangunan bandar antariksa di wilayah Indonesia merupakan amanat UU No 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Ini untuk mewujudkan kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa antara lain pengembangan teknologi Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang dapat membawa wahana ke orbit.

Untuk mematangkan rencana pembangunan bandar antariksa LAPAN mengajak bicara Pemprov Papua, Pemda Biak, Bappenas, Kemenristekdikti dan Universitas Cendrawasih. Pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak tidak dapat dilakukan oleh LAPAN sendiri, mengingat harus dilengkapi fasilitas penunjang.