Salat Jamaah
Lebih Baik Salat Jamaah di Masjid atau di Rumah

Terdapat sebuah hadis mengatakan bahwa pahala salat berjamaah adalah 27 kali lipat dari salat sendirian. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih baik dua puluh tujuh derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Namun dalam hadis tersebut belum menjelaskan perihal tempat salat yang lebih afdal. Apakah salat berjamaah di rumah sama pahalanya dengan di masjid? Hadis lainnya menyebutkan bahwa bumi bagaian manapun dapat menjadi tempat salat (asalkan suci). Namun, lebih afdal mana antara rumah dan masjid?

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُعْطِيْتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الأَنْبِيَاءِ قَبْلِي ، نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ ، وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا ، فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَة ُفَلْيُصَلِّ ، وَأُحِلَّتْ لِي الغَنَائِمُ ، وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي ، وَأُعْطِيْتُ الشَّفَاعَةُ ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ لِلنَّاسِ عَامَّةً

“Aku dianugerahi lima perkara yang tidak pernah diberikan seorang pun dari Rasul-Rasul sebelumku, yaitu: (1) aku diberikan pertolongan dengan takutnya musuh mendekatiku dari jarak sebulan perjalanan, (2) dijadikan bumi bagiku sebagai tempat shalat dan bersuci (untuk tayammum, pen.), maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat, maka hendaklah ia shalat, (3) dihalalkan rampasan perang bagiku dan tidak dihalalkan kepada seorang Nabi pun sebelumku, (4) dan aku diberikan kekuasaan memberikan syafa’at (dengan izin Allah), (5) Nabi-Nabi diutus hanya untuk kaumnya saja sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia.” (HR. Bukhari, no. 438 dan Muslim, no. 521, 523)

Lantas, bagaimana hukumnya?

Hukum Salat di Rumah Bagi Lelaki

Baca juga: Varian Baru Virus Corona, Papua Diminta Antisipasi

Jika pertanyaannya, apakah sah salat berjamaah di rumah bagi lelaki? Maka jawabannya adalah sah. Namun, laki-laki memang lebih afdal untuk salat berjamaah pada masjid. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa yang mendengar panggilan adzan, kemudian dia tidak datang ke masjid, maka tidak ada shalat baginya kecuali jika ada udzur”.

Baik salat sendiri maupun berjamaah, keduanya adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat penting) bagi laki-laki. Sebagaimana dalam hadis perihal kisah dua orang lelaki yang salat berjamaah di rumahnya.

Dari Yazid bin Al-Aswad radhiyallahu ‘anhu, beliau mendapati ada dua pemuda yang tak ikut salat berjamaah dengan Nabi. lantas, Nabi memanggil mereka untuk meminta keterangan. Kedua pemuda itu menjawab,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا

“Wahai Rasulullah, kami sudah shalat di rumah kami.”

Mendengar hal tersebut, Rasulullah meminta mereka berdua untuk tidak mengulangi perbuatan mereka. Apabila seseorang sudah salat di rumah, lalu mereka pergi ke masjid dan melihat orang sedang salat berjamaah, maka mereka dianjurkan untuk ikut berjamaah.

قَالَ فَلَا تَفْعَلَا إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَصَلِّيَا مَعَهُمْ فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ

“Jangan lakukan seperti itu. Jika kalian berdua shalat di rumah kalian kemudian kalian berdua mendatangi masjid dan di situ sedang melaksanakan shalat berjamaah, maka shalatlah kalian berdua bersama mereka. Shalat yang dikerjakan ulang ini dianggap sebagai shalat sunnah.” (HR. An-Nasai, no. 859 dan Tirmidzi, no. 219.).

Dalam hadis lain, laki-laki lebih utama untuk salat wajib pada masjid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ ، فَإنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ في بَيْتِهِ إِلاَّ المَكْتُوبَةَ

“Shalatlah kalian, wahai manusia, di rumah-rumah kalian, karena sebaik-baiknya shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari, no. 731 dan Muslim, no. 781).