Legenda Ufiripic
Beritapapua.id - Legenda Ufiripic dan Anak Perempuannya

Beragam kisah di balik Ema Kame terkait Legenda Ufiripic, ritual yang melambangkan kesuburan dalam masyarakat Kamoro, Mimika, Papua.

Dahulu, nan jauh di Timur Mimika, hidup dua roh perempuan di sebuah Pohon Waringin di hulu sungai Ayip. Kedua roh ini dapat menjelma ke dalam bentuk apa saja yang ia inginkan. Tak jauh dari tempat mereka tinggal, hidup seorang laki-laki bernama Ufirpic.

Kisah Legenda Ufiripic

Suatu hari, Ufiripic pergi untuk berburu burung. Ia melihat dua ekor burung parkit dengan bulu yang sangat indah tengah bertengger di sebuah pohon waringin. Ufiripic tak tahu bahwa burung parkit itu adalah jelmaan dari dua roh perempuan yang menghuni pohon waringin tersebut. Ketika Ufiripic menyelinap, salah satu parkit tersebut menyerang tangan kanan lelaki itu dan membuat tangan itu bengkak. Di malam hari, Ufirpic didatangi oleh kedua roh tersebut di dalam mimpi. Mereka meminta Ufiripic untuk membedah tangannya yang bengkak itu.

Baca juga: Te Henua e Nnono, Kisah Film Kehidupan di Takuu Atol

Keesokan paginya, Ufiripic membedah tangannya dan mendapati dua anak perempuan lahir dari tangannya. Ia beri nama Omarowoc dan Dafarawoc. Kedua anak tersebut cepat beranjak dewasa dan membuat Ufiripic tertarik padanya. Timbullah siasat Ufiripic untuk berpura-pura mati dan hadir sebagai kakak dari Ufiripic untuk menikahi kedua anaknya.

Setelah menikahi kedua anaknya, Ufiripic memiliki seorang bayi lelaki. Saat itu, ia sedang menjaga anak laki-lakinya, sedangkan kedua istrinya mencari sagu. Ufiripic mengatakan pada anak laki-lakinya, “kamu adalah anaku, sekaligus cucuku.” Mendengar itu, kedua istrinya mengetahui bahwa Ufiripic telah menipu mereka selama ini. Mereka berniat untuk menipu Ufirpic dengan cara menenggelamkannya di sungai Ayip. Omarowoc dan Dafarawoc menimpu Ufiripic dengan memintanya untuk mencari ikan dengan menyelam menggunakan sebuah keranjang khusus. Keranjang itu akan ditarik ketika Ufiripic hendak naik kepermukaan.

Namun, Omarowoc dan Dafarawoc tidak menarik keranjang itu. Alhasil Ufirpic tenggelam. Tak lama, ia berubah menjadi seekor kura-kura dan berkata, “kamu telah melakukan ini ke padaku! Kamu harus pergi dari sini! Akan kubuatkan canoe dari sebuah pohon sagu dan kamu harus pergi dari sini!”

Legenda Ufiripic menjadi salah satu latar belakang ritual Ema Kame dalam masyarakat Kamoro yang menjelaskan mengenai kelahiran dan kematian. Dalam kisah itu dijelaskan setiap kematian akan disusul sebuah kehidupan yang baru, seperti Ufiripic yang mati dan berubah menjadi kura-kura. Kisah tersebut menjelaskan prinsip resiprositas masyarakat Kamoro yang mereka jadikan jalan hidup mereka dan direpresentasikan dalam upacara Ema Kame dalam bentuk drama.