LIB Serius Mengkaji Kasus Serangan Rasisme Terhadap Patrick Wanggai
Selebrasi Gol Patrich Wanggai (Twitter.com/PSM_Makassar)

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, menyebut bahwa pihaknya serius mengkaji kasus rasisme terhadap Patrich Wanggai. Penyerang asal Papua yang bermain untuk PSM Makassar ini mendapatkan serangan rasisme melalui media online.

“Kami mendalami ini bersama PSSI untuk menentukan langkah selanjutnya seperti apa,” ujar Sudjarno ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Purnawirawan Polri berpangkat akhir Inspektur Jenderal Polisi itu menyebut bahwa pihaknya sangat menyayangkan tindakan rasisme yang menyerang Wanggai. Perilaku tersebut, Sudjarno melanjutkan, tidak mencerminkan kedewasaan sebagai penikmat sepak bola.

“Kami berharap suporter sepak bola di Indonesia lebih bijak dalam memberikan komentar,” tutur Kapolda Lampung tahun 2016 itu.

Sementara, Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, mengatakan bahwa LIB memberikan kebebasan bagi Wanggai atau PSM andai ingin melanjutkan kasus tersebut ke ranah pidana.

“Karena itu sudah memasuki ranah pribadi. Andai rasisme terjadi di lapangan, pasti wasit akan mencatat dan kasusnya langsung dilanjutkan ke Komite Disiplin PSSI,” kata dia.

Serangan Rasisme Terhadap Patrich Wanggai Terjadi Setelah Pertandingan Usai

Penyerang PSM asal Nabire, Papua, Patrich Wanggai, mendapatkan serangan rasial melalui media sosial setelah ia membawa skuad Juku Eja menaklukkan Persija Jakarta dengan skor 2-0 pada laga Grup B Piala Menpora 2021, Senin (22/3/2021).

Baca Juga : Kabupaten Nabire Melakukan Pemungutan Suara Ulang

Wanggai mencetak goal pertama dalam laga itu, kemudian pemain asal Papua lainnya yaitu Yakud Sayuri juga ikut menambah goal kedua dalam pertandingan itu.

Hasil tersebut membawa PSM menduduki puncak klasemen sementara Grup B dengan tiga poin, unggul selisih gol dari tim peringkat kedua Bhayangkara FC. Persija sendiri berada di dasar klasemen dan Borneo FC di posisi ketiga.

Terkait sikap rasialisme terhadap Patrich Wanggai, PSM sudah mengirimkan surat bernomor 010/PSM-ADM/III/2021 kepada PSSI pada 22 Maret 2021.

Dalam surat yang bertandatangan CEO PSM, Munafri Arifuddin, klub Juku Eja menegaskan bahwa mereka selalu mendukung Patrich Wanggai dan menentang apapun bentuk rasisme di sepak bola Indonesia. Kemudian meminta PSSI pun untuk menanggapi surat tersebut.

Manajemen klub PSM Makassar belum memiliki rencana untuk membawa kasus rasisme ini ke pihak kepolisian.

“Sampai saat ini belum ada upaya ke sana,” ujar Media Officer PSM, Sulaiman Karim, Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Menurut Sulaiman, pihaknya masih menunggu tanggapan dari PSSI terkait serangan rasialisme tersebut.

“Bola sekarang ada di federasi, mereka mau apakan kejadian ini,” kata Sulaiman.