LIPI: Peningkatan Pendidikan Bagi Anak-anak Papua
Beritapapua.id - LIPI: Peningkatan Pendidikan Bagi Anak-anak Papua - Fadhlancessar

LIPI: Peningkatan Pendidikan Bagi Anak-anak Papua – Pendidikan merupakan modal penting untuk mewujudkan pelaksanaan pembangunan. Hal inilah yang ingin diwujudkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lewat upaya nyata untuk mendorong peningkatan layanan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua. LIPI berniat meningkatkan pendidikan yang progresif bagi tanah Papua.

Melansir dari Antara, dalam acara peluncuran virtual “Buku-Buku Tantangan dan Solusi Tanah Papua dari Sisi Kependudukan”, peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Anggi Afriansyah, mengutarakan terkait ketertinggalan pendidikan bagi anak-anak Papua yang sangat berkontribusi pada kegagalan pembangunan.

“Kami berusaha bagaimana kemudian pendidikan hadir sebagai jalan terang yang bisa membuat anak-anak papua ini memperoleh haknya karena memang pendidikan sebagai fundamental yang harus diterima,” Jelas Anggi.

Sejak pemberlakuan otonomi khusus selama beberapa tahun terakhir, pendidikan bagi anak-anak Papua tetap tidak optimal. Kondisi seperti ini bisa berefek panjang sampai kepada proses pembangunan untuk Papua. Anggi mengatakan program pembinaan kualitas pendidikan ternyata belum berhasil memperbaiki pendidikan baik secara statistik ataupun kualitas.

Baca Juga: Mahfud MD: Inpres Untuk Kesejahteraan Papua

Persoalan Pendidikan Tanah Papua

LIPI: Peningkatan Pendidikan Bagi Anak-anak Papua
Beritapapua.id – LIPI: Peningkatan Pendidikan Bagi Anak-anak Papua – Detik

Memang ada banyak pembangunan secara fisik dan infrastruktur seperti perbaikan terhadap gedung-gedung sekolah. Namun sayangnya tidak diimbangi oleh peningkatan kualitas. Anggi menuturkan ada banyak persoalan pendidikan di Papua. Seperti persoalan terkait kehadiran guru yang masih sangat terbatas, kualitas layanan pendidikan, aspek budaya, regulasi, anggaran, dan program pembinaan.

Ketidakhadiran guru tersebut menjadi persoalan yang menahun yang terjadi hingga saat ini. Kualitas layanan pendidikan Papua juga sangat berbeda dengan wilayah-wilayah lain Indonesia.

“Ketika kami datang ke sana juga itu sangat nampak kelas yang kosong karena tidak ada gurunya atau guru-guru yang belum bisa hadir karena baru tahun ajaran baru bahkan bisa sampai satu atau tiga bulan tidak hadir, bisa dibayangkan bagaimana fundamental dasar misalnya seperti kemampuan literasi membaca menulis berhitung itu menjadi persoalan yang sangat mendasar,” Jelas Anggi.

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pendidikan harus bersamaan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan rancangan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan mewakili aspirasi orang Asli Papua.

Dalam acara peluncuran itu, Anggi juga memberikan pemaparan mengenai salah satu dari tiga buku LIPI, yang berjudul Pendidikan Sebagai Jalan Terang: Membangun Pendidikan yang Responsif terhadap Kondisi Geografis, Demografi, Sosial, dan Budaya Orang Asli Papua. Dua buku lain adalah Orang Asli Papua: Kondisi Sosial Demografi dan Perubahannya; dan Kesehatan Ibu dan Anak Orang Asli Papua: Antara Ketersediaan Layanan dan Tantangan Sosial Budaya.