Lockdown Menimbulkan Dampak Sosial? Ketua DPD Angkat Bicara
beritapapua.id - Lockdown Menimbulkan Dampak Sosial? Ketua DPD Angkat Bicara - 5NEWS

Lockdown Menimbulkan Dampak Sosial? Ketua DPD Angkat Bicara – Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Serikat Buruh Indonensia (DPD-GSBI) Papua Barat, Yohanes Akwan menyatakan, dengan diberlakukannya penutupan yang meluas menjadi saling mengunci di Papua Barat, dikuatirkan akan menimbulkan efek sosial dan psikis ditengah masyarakat Hal ini sebagai respon atas situasi penyebaran Covid-19 yang mulai mengkhawatirkan.

Yang harus diantisipasi oleh pemerintah daerah, menurutnya, pemerintah daerah sudah harus memikirkan pola jaminan sosial dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. “Disaat ini kan sudah mulai terasa efek penutupan usaha di berbagai sektor, yang kemudian menimbulkan pemutusan hubungan kerja di berbagai tempat, yang berujung pada meningkatnya pengangguran,” jelas Yohanes dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Imbas Covid-19 Pilkada Serentak 2020 Diundur ke 2021

Apa Dampak Lockdown?

Ditengah pembatasan-pembatasan yang berlangsung saat ini, dan apabila hal ini tidak diantisipasi oleh pemerintah daerah yang memberlakukan penutupan, maka dikuatir akan menimbulkan gejolak sosial. “Karena tidak adanya sumber pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat. Matinya sektor riil, dan sektor-sektor lainnya akan membahayakan kondisi suatu daerah,” katanya.

Menurutnya, pola dan standar pencegahan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bisa jadi rujukan. “Yang saya lihat proses edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan Covid-19 terus dilakukan secara masif kepada masyarakat,” katanya. Masyarakat sangat perlu mendapatkan informasi terkait Covid-19 dengan sangat detail, serta cara pencegahannya. Penyebaran yang sangat sulit dideteksi membuat segala lapisan masyarakat perlu wasapada dan bekerja sama dengan pemerintah dan pihak berwenang.

Berikut, penempatan petugas di pintu pintu masuk Teluk Bintuni dapat ditemui satuan petugas Covid-19, dengan pola screening. Pola social distancing di tengah masyarakat sudah mulai berjalan di Kota Bintuni dengan mudah ditemukan tempat-tempat cuci tangan yang dibuat oleh masyarakat dan dunia usaha. Begitu pula kesiapan-kesiapan petugas medis dan petugas lapangan yang dinilai cukup solid dalam menjalankan tugas, komunikasi dan koordinasi.

Sehingga dengan pola ini, tutur Yohanes, satgas dapat mengontrol arus masuk penduduk untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni. “Tapi saya mendapat informasi bahwa di daerah lain belum ada pola screening di pintu-pintu masuk, kalau begini pencegahan penyebaran virus Covid-19, tidak akan efektif,” tuntasnya.