Long Covid, Gejala Berkepanjangan Setelah Sembuh Corona
Long Covid, Gejala Berkepanjangan Setelah Sembuh Corona

Tahukah Anda? Bagi pasien corona yang telah sembuh berpotensi mengalami long covid atau gejala berkepanjangan. Sederhananya, apa yang pasien rasakan sebelum sembuh masih mungkin mereka rasakan setelah sembuh.

“Long Covid adalah suatu kondisi gejala-gejala yang muncul [atau dialami] pada pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab negatif,” kata Agus dalam acara dialog yang digelar Satgas Penanganan Covid-19 pada Kamis (03/12/2020) lalu.

Sebuah studi menyebutkan 1 dari 10 kasus Covid-19 berpotensi gejala berkepanjangan hingga 1 bulan setelah sembuh. Artinya, ada jutaan pasien corona yang telah sembuh namun masih merasakan gejala-gejala Covid-19.

Adapun gejala yang mereka rasakan bermacam-macam. Mengutip dari NHS, gejala long Covid-19 mencakup,

  1. Kerap merasa kelelahan ekstrim
  2. Sesak napas
  3. Nyeri dada atau sesak
  4. Masalah dengan memori dan konsentrasi (“kabut otak”)
  5. Kesulitan tidur (insomnia)
  6. Palpitasi jantung
  7. Pusing
  8. Nyeri sendi
  9. Tinnitus, sakit telinga
  10. Merasa mual, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan
  11. Suhu tinggi, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, perubahan indra penciuman atau perasa
  12. Ruam atau rambut rontok.

Selanjutnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan virus corona mampu menyerang organ lain. Misalnya seperti jantung, syaraf, bahkan ginjal. Kendati demikian, kasus ini masih belum mendapatkan perhatian khusus.

Gail Carson, Director of Network Development International Severe Acute Respiratory and Emerging Infection Consortium, menyebut hal ini bisa menjadi pandemi dalam pandemi.

Long Covid Dapat Bertahan hingga Tahunan

Baca juga: Sejarah Sepeda, Gunung Tambora dan Pramoedya

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menyebut mereka yang telah sembuh dari Covid-19 cenderung memiliki kesehatan yang menurun. Sebanyak 35 persen pasien mengaku tidak mengalami pemulihan kondisi setelah 2 hingga 3 minggu.

Bahkan, ada pula yang mengaku masih mengalami sesak napas, sakit kepala dan brain fog hingga satu tahun. Perihal durasi long Covid-19 beragam pada setiap orang. Penelitian dari The Lancet menyebut 75 persen pasien rawat inap Covid-19 memiliki gejala tersebut selama 6 bulan setelah sembuh. Ada pula penelitian dari 1.733 pasien corona Wuhan, China. Sebesar 76 persen pasien memiliki gejala berkepanjangan setelah sembuh.

Pihak kesehatan dunia masih melakukan penelitian lebih lanjut perihal penyebab long Covid-19. Salah satu penjelasan terkait penyebab gejala berkepanjangan ini adalah virus corona yang mampu menyebar ke seluruh tubuh.

Pertama, mengutip tirto, dr Agus Dwi Susanto SpP(K) menyebut virus corona meninggalkan kelainan anatomik menetap pada tubuh. Misalnya, fibrosis pada paru-paru atau kondisi bagian paru yang mengeras.

Virus corona terbukti mengurangi fungsi paru. Pada kasus tertentu, virus tersebut membentuk jaringan parut pada paru. Sederhananya, virus corona melukai paru dan membuat bagian tersebut kaku. Bagian yang kaku ini membuat paru tidak bekerja secara maksimal.

Kedua, kondisi tersebut pula dapat berpengaruh pada bagian pada tubuh lainnya. Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Dr. dr. Isman Firdaus, Sp.JP(K), menjelaskan kaitan antara covid dengan jantung.

Kekurangan suplai oksigen pada tubuh sebab Covid-19 berpotensi memicu cedera pada jantung. Kemudian, hypoxia atau kekurangan oksigen juga membuat pembuluh darah menyempit yang mampu menyebabkan penuruna fungsi jantung.

Kendati demikian, long Covid-19 tidak menular. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.menegaskan hal tersebut.

“Harap dijadikan catatan bahwa mereka yang menderita long Covid tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus Covid-19,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (09/03/2021).