Lucinta Luna Ditangkap Karena Kepemilikan Narkotika
beritapapua.id - Lucinta Luna Ditangkap Karena Kepemilikan Narkotika - Muhamad Solihin

Baru-baru ini jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kasus kepemilikan narkotika oleh salah satu artis di Indonesia yaitu Lucinta Luna. Lucinta Luna ditangkap oleh Satuan Narkotika Polres Metro Jakarta Barat. Dia ditangkap di sebuah apartement kawasan Thamrin pada hari Selasa pukul 01.30 WIB.

Dalam penangkapannya tersebut polisi menemukan barang bukti berupa 2 butir ekstasi yang berada di dalam tong sampah. Selain itu, ditemukan juga obat-obatan lain berjenis Tramadol dan Riklona.

Saat dimintai keterangan, Lucinta Luna mengaku tramadol dan riklona yang dikonsumsi adalah milik pribadi. Dia juga mengaku telah mengonsumsi obat tersebut selama enam bulan. Hal ini sesuai dengan hasil tes urine yang dijalankannya.

“Untuk Riklona, sesuai dengan hasil cek urinenya mengandung benzodiazepine,” ucap Kanit 2 Satuan Narkoba Polres Jakbar AKP Maulaa Muqarom di Polres Jakbar.

Riklona merupakan obat clonazepam, yaitu psikotropika turunan dari benzodiazepine. Mengutip dari Drugs.com, clonazepam merupakan sejenis obat anti-epilepsi. Umumnya digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, seperti fobia spesifik, panik, dan kecemasan umum.

Saat mengonsumsi clonazepam, maka efek yang akan ditimbulkan bisa berbagai macam. Seperti, perubahan suasana hati, cemas, panik, sulit tidur, mudah tersinggung, gelisah, hiperaktif, dan berpikir untuk melukai diri sendiri. Selain itu, jika seseorang terlanjur kecanduan clonazepam bisa dilihat dari tanda-tandanya. Tanda-tandanya dapat berupa merasa harus mengonsumsi obat tersebut sepanjang hari, pergerakan lebih lambat dari biasanya, kesulitan konsentrasi atau mengingat, dan ketidakmampuan mengurangi pemakaian obat.

Baca Juga: Kasus Penculikan Grab, Pengemudi dan Korban Berdamai

Kepemilikan Narkotika

Dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dijelaskan bahwa Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman. Baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan.

Dalam kasus yang melibatkan Lucinta Luna, ditemukan dua butir ekstasi, lima butir Riklona dan tujuh butir Tramadol di dalam apartement miliknya. Yang mana ekstasi tersebut masuk ke dalam golongan I di dalam  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Selain itu Riklona dan Tramadol juga termasuk ke dalam jenis Psikotropika golongan IV di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997.

Akibat dari perbuatannya tersebut, Lucinta Luna dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 60 ayat 1 subsider Pasal 62 juncto Pasal 71 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika Lucinta Luna disebut terancam hukuman di atas lima tahun penjara.