Majelis Ulama Indonesia
beritapapua.id - Majelis Ulama Indonesia Izinkan Shalat Ied di Zona Hijau - Detik News

Majelis Ulama Indonesia menyebut, sejumlah daerah yang masuk dalam zona hijau, atau wilayah terkendali Covid-19, bisa menggelar Shalat Ied di masjid atau lapangan terbuka. Namun, di wilayah zona tidak terkendali atau zona merah, tetap tidak boleh menggelar shalat berjamaah.

MUI menerbitkan fatwa tentang panduan kaifiat takbir dan shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19. Dalam fatwa tersebut, MUI menyebutkan bahwa shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah jika seseorang berada di kawasan dengan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Yang menjadi masalah pemerintah belum punya data yang yang jelas untuk melihat daerah mana saja yang berstatus zona merah dan hijau. Untuk membahas masalah itu, tentu membutuhkan partisipasi semua pihak.

Baca Juga: Zakat Fitrah Online, Solusi di Saat Pandemi

Fatwa MUI Tentang Cara Pelaksanaan Shalat Ied di Rumah

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Sholat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19. Fatwa tersebut mulai dibahas sejak 6 Mei 2020.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan, shalat Idul Fitri pada dasarnya hukumnya sunah muakkadah. Meski pelaksanaan shalat Id ini disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah di masjid ataupun tanah lapang. Namun sholat Ied juga bisa dilaksanakan di rumah, baik itu secara berjamaah maupun sendiri (munfarid).

Ketentuan Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat idul fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Setelah takbiratul ihram, lalu takbir 7 kali, usahakan jika menjadi imam, takbir 7 kali itu agak diberi jeda sedikit biar makmum dibelakang bisa mengikuti. Usai takbir ke-7, baca Al-Fatihah, dan surat apa saja.

Setelah sujud terakhir rakaat pertama, ada takbir perpindahan menuju berdiri ke rakaat kedua dan itu tidak dihitung. Jadi setelah bangun dari sujud, mengucap takbir, dilanjut dengan takbir 5 kali. Usai di rakaat kedua bertakbir 5x. Membaca Al-Fatihah, dan surat apa saja, dan selesaikan sampai salam.