MAKI: Pejabat Tinggi Kejagung Terlibat Dalam Pelarian Djoko Tjandra
beritapapua.id - MAKI: Pejabat Tinggi Kejagung Terlibat Dalam Pelarian Djoko Tjandra - Infopublik

Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) kembali melapor ke Komisi Kejaksaan terkait dugaan adanya pejabat tinggi di Kejaksaan Agung yang berkomunikasi dengan Djoko Tjandra. Sebelumnya, MAKI juga melaporkan Jaksa Pinangki terkait adanya aliran dana yang digunakan Pinangki untuk bertemu dengan Djoko Tjandra.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menuturkan bahwa komunikasi diduga terjadi pada tanggal 29 Juni 2020.

Setelah Jaksa Agung melakukan pembongkaran Djoko Tjandra sudah masuk Indonesia itu, nampaknya masih ada pejabat tinggi Kejaksaan Agung melakukan komunikasi dengan Djoko Tjandra melalui telepon dari Jakarta ke Kuala Lumpur,” kata Boyamin, Selasa (11/8/2020), seperti yang dikutip dari kompas.

Boyamin pun meminta Komisi Kejaksaan untuk menelusuri pembicaraan yang diduga terjadi antara pejabat tinggi Kejagung dengan Djoko Tjandra. Dia pun meminta agar nomor yang digunakan dapat ditelusuri sumbernya.

Dalam laporan terkait Jaksa Pinangki, Boyamin menduga bahwa Pinangki sangat aktif dalam membantu pelarian Djoko Tjandra.

“Selain penerbangan yang 25 November 2019, ternyata ada penerbangan sebelumnya tanggal 12 November 2019 bersama seorang laki-laki. Artinya oknum Jaksa P ini betul-betul aktif untuk membantu Djoko Tjandra,” ucapnya.

Sedangkan untuk dugaan korupsi, Boyamin mengatakan bahwa Pinangki kemungkinan dijanjikan imbalan apabila berhasil membantu pelarian Djoko Tjandra.

“Dalam bentuk dugaan kamuflase membeli perusahaan energi yang diduga berkaitan dengan teman-teman oknum jaksa P, dan nilainya bahkan rencana pembelian perusahaan tambang energi tadi sekitar 10-an juta dollar AS,” ungkap dia.

Baca Juga: Batal Mencuri Demi Memenuhi Hawa Nafsu

Penyidikan Jaksa Pinangki

Sampai saat ini, Jaksa Pinangki masih terus diselidiki keterlibatannya dalam pelarian Djoko Tjandra. Meski begitu, status Jaksa Pinangki belum ditetapkan sebagai tersangka. Bidang Pengawasan Kejagung juga telah menyatakan Pinangki terbukti melanggar disiplin karena pergi ke luar negeri sebanyak Sembilan kali tanpa izin di tahun 2019.

Negara tujuan Pinangki adalah Singapura dan Malaysia. Diduga Pinangki bertemu dengan Djoko Tjandra dalam salah satu perjalanannya itu. Pinangki telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.