Makna Burung Surga dari Tanah Arfak, Papua Barat
Beritapapua.id - Makna Burung Surga dari Tanah Arfak, Papua Barat - Balisafarimarinepark

Makna Burung Surga dari Tanah Arfak, Papua Barat – Bird of Paradise atau burung surgawi merupakan sebutan bagi burung cendrawasih. Burung endemik asal papua ini begitu elok hingga membuat dunia terpukau. Burung ini tinggal di pegunungan Arfak, salah satu puncak tertinggi di Indonesia.

Bayangkan, nanas saja bisa beku di Arfak. Begitu ujar seorang pria yang pernah pergi ke sana. Wilayah itu begitu asri. Bahkan, untuk menuju ke sana diperlukan kendaraan bertenaga 4 roda untuk mengalahkan jalur yang terjal.

Dengan suasana yang mirip alami layaknya surga, tak ayal jika berbagai jenis burung hidup di sana. Tak hanya cendrawasih yang hidup di sana. Burung seperti masked bowebird dan western parotia tinggal di sana. Warna dari kedua burung itu begitu unik. Terlebih, western parotia yang seperti memiliki antena pada kepalanya.

Warga lokal benar-benar menjaga burung-burung ini. Khususnya bagi para warga Kampung Minggrei. Kampung kecil yang berada pada Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang masih memiliki hutan lebat nan asri.

Baca Juga: Timika Dalam Kondisi Gawat Darurat Covid-19

Burung Surgawi Bagi Masyarakat Minggrei

Makna Burung Surga dari Tanah Arfak, Papua Barat
Beritapapua.id – Makna Burung Surga dari Tanah Arfak, Papua Barat – Travellocal

Burung Surgawi bukan isapan jempol. Bagi masyarakat Minggrei, baik secara harafiah dan filosofis, burung surgawi benar-benar memberikan angin segar. Masyarakat Kampung Minggrei, Arfak, bersepakat untuk menjaga alam beserta penghuninya. Menjaga burung benar-benar membawa keuntungan bagi mereka. Baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Pertama itu kita tidak punya uang untuk beli sayur, beli beras. Tapi saya rasakan 3 tahun ini kita ada bule datang ini kita tidak beli beras, tidak beli sayur, tapi kita makan gratis bersama mereka. Jadi mau ada perusahaan apa datang tanah ini tidak boleh dijual. Kita punya cucu untuk mereka juga bisa merasakan,” ujar Aren Mandacan, Kepala Kampung Minggrei.

Kehadiran burung surgawi ini membuat masyarakat Arfak sejahtera. Hal ini terjadi lantaran banyak pelancong yang datang untuk meneliti dan melihat secara langsung keajaiban burung tersebut.

Sekali tur, masyarakat dapat memperoleh uang 10 hingga 20 juta. Dan uang tersebut terdistribusi dengan baik dalam kalangan masyarakat Arfak. Oleh karenanya masyarakat benar-benar menjaga burung-burung itu.

“Orang tua melarang untuk buat kebun, menembak burung, masuk hutan potong kayu sembarang itu tidak boleh. Sekarang sudah tidak ada yang bawa senapan. Suruh jaga hutan baik-baik,” ujar Sebron Mandacan, pemuda Kampung Minggrei, dikutip dari dokumenter di channel Rekam Nusantara.

“Kalau ada yang tembak burung warga marah karena sudah dijaga. Kalau orang tembak burung itu diminta bayar 1 juta,” imbuhnya.

Surgawi benar-benar kata untuk menggambarkan harmonisasi antara masyarakat dan alam yang saling menguntungkan. Begitulah makna surga bagi masyarakat Arfak.