Mama Penjualan Souvenir Selalu Laris Selama Perhelatan PON XX
beritapapua.id - Kerajinan tangan khas Papua yang dijual oleh mama-mama di venue Tarung Derajat Mimika, pada perhelatan PON XX Papua. (foto: Humas PPM)

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Klaster Mimika memberikan keutungan kepada penjual souvenir atau kerajinan tangan khas Papua. Penjual souvenir tersebut setiap harinya selalu diburu oleh penonton yang hadir di setiap pertandingan.

Para penjual souvenir khas Papua ini mendapatkan kesempatan untuk berjualan dan mendapatkan stand-stand yang berada di halaman GOR Eme Neme Yauware yang menjadi venue pertandingan cabang olahraga Tarung Derajat.

Berbagai jenis souvenir khas Papua ini yang identik sebagai oleh-oleh dari Mimika ada di stand-stand yang tersedia, seperti tas noken poli cherry, tas noken kulit kayu, mahkota cenderawasih (imitasi) dan gantungan kunci.

Para penjual souvenir ini sendiri berada dibawah naungan Disperindagkop dan UMKM Mimika. Ada sekitar 36 mama-mama Papua yang terbagi menjadi tiga kelompok ini berkesempatan untuk berjualan di tiga venue pertandingan seperti futsal, biliar dan tarung derajat.

Pendapatan Wiraswasta Meningkat

Salah satu penjual kerajinan tangan Papua yaitu Mama Damiana Koga mengatakan bahwa pendapatnya saat ini cukup meningkat walau tidak menentu.

“Kami sudah dua minggu di sini, lumayan hasilnya walaupun tidak tentu. Kadang sehari dua sampai tiga noken laku. Tapi masing-masing mama disini ada yang terjual. Itu semua tergantung nasib juga,” kata Mama Damiana Koga.

Baca Juga: Empat Petinju Putra Papua Akan Merebut Tiket ke Final di PON XX

Ia sendiri mengatakan untuk harga noken menjual dengan kisaran harga Rp100 ribu-an.

“Mereka suka yang kulit kayu. Hari ini sudah laku, kami masing-masing satu. Kami senang walaupun tidak dapat banyak tapi sehari ada saja yang terjual,” ujarnya.

Sementara itu, Bella yang juga menjaga salah satu stand mengatakan bahwa pembeli dari luar Papua banyak yang meminati mahkota cenderawasih (imitasi). Selain itu ada beberapa souvenir yang juga banyak jadi incaran pembeli seperti noken dan gantungan kunci.

“Tadi dari NTB ada yang beli hiasan gantungan kunci. Dari tanggal 2 Oktober saya disini, ada yang beli noken pon poli cherry, dua dari DKI Jakarta itu saya jual Rp100 ribu kalau noken kulit sudah laku empat saya jual Rp300 ribu keatas. Ini noken dari Paniai,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Koperasi dan UMKM Mimika yang sudah memberikan tempat di Eme Neme Yauware.

“Menguntungkan selama jualan walau tidak setiap hari tapi kami bersyukur. Senang sudah ada tempat untuk kita bisa jualan semoga PON di Mimika bisa sukses,” tutupnya.