Masa Inkubasi Varian Omicron Lebih Cepat Dari Varian Delta
beritapapua.id - Ilustrasi petugas medis sedang merawat pasien. (Foto: Istimewa)

Prof Tjandra Yoga Aditama Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan informasi baru terkait varian Omicron dari berbagai negara.

Menurut publikasi “Center for Disease Control (CDC)” Amerika Serikat per 31 Desember 2021, median antara paparan varian Omicron dan timbulnya gejala adalah 3 hari. Pendeknya masa inkubasi Omicron ini sejalan dengan analisa UK Health Security Agency di Inggris.

“Data sebelumnya menunjukkan bahwa masa inkubasi varian Alfa adalah 5 hari dan varian Delta 4 hari, jadi masa inkubasi Omicron memang lebih cepat,” Tjandra menjelaskan poin ketiga.

Sebelumnya, ahli Mikrobiologi Budi Haryanto mengungkapkan bahwa masa inkubasi Covid-19 varian Omicron lebih cepat dibanding varian Delta. Menurutnya, masa inkubasi yang dibutuhkan hanya sekitar lima hari. Artinya, waktu tersebut tiga hari lebih cepat dibanding varian Delta.

Oleh sebab itu, Budi menuturkan, waktu terbaik untuk melakukan tes swab adalah hari ketiga setelah kontak erat dengan pasien positif. Jika menunjukkan hasil negatif, maka suspek dianjurkan melakukan tes swab lagi sehari setelahnya.

Baca Juga: Bawang Bisa Picu Sakit Perut, Simak Efek Sampingnya!

Menurut pemaparannya, seseorang dapat dikatakan negatif setelah melalukan dua kali pemeriksaan dan keduanya mendapatkan hasil negatif.

“Bila kontak dengan pasien Covid-19 mungkin panik dan terburu-buru untuk swab. Mohon disesuaikan dengan juknis Covid-19 Kemenkes, dikatakan negatif bila dua kali pemeriksaan hasil negatif,” papar Budi selaku dokter di RSUP Persahabatan ini.

Hal senada sempat disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito yang mengacu pada penelitian terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan beberapa studi lainnya di luar negeri.