Masyarakat Adat Kawe Galakakan Perlindungan Sumber Daya Alam
Beritapapua.id - Masyarakat Adat Kawe Galakakan Perlindungan Sumber Daya Alam - Mata Papua

Masyarakat Adat Kawe Galakakan Perlindungan Sumber Daya Alam –¬†Masyarakat adat Kawe dari Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat memperkuat perlindungan terhadap sumber daya alam (SDA) perairan yang ada pada wilayah tersebut. Adapun sumber daya alam yang tersebut mencakup biota laut seperti teripang, lola, lobster, kima, dan penyu dengan tradisi adat Sasi.

Masyarakat Kawe melakukan perlindungan terhadap biota laut dengan tradisi Sasi atau adat pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. Yang mana masyarakat Kawe melakukan tradisi Sasi dengan harapan melindungi dan mendapatkan hasil laut yang lebih baik.

Melansir dari Antara, Tokoh Adat Kawe, Marten Ayelo di Waisai, menyatakan bahwa banyak masyarakat luar yang datang mengambil hasil laut di Pulau Wayag yang merupakan destinasi wisata dunia.

Baca Juga: Joe Biden Memenangkan Pilpres AS

Peraturan Adat Untuk Perlindungan Sumber Daya Alam

Masyarakat Adat Kawe Galakakan Perlindungan Sumber Daya Alam
Beritapapua.id – Masyarakat Adat Kawe Galakakan Perlindungan Sumber Daya Alam – Gaet Lokal

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Suku Maya Raja Ampat Kristian Thebu, mengatakan bahwa sudah ada peraturan adat mengenai perlindungan sumber daya alam hayati di destinasi wisata Pulau Wayag dan perairan sekitarnya.

Peraturan tersebut bertujuan untuk memperkuat tradisi Sasi dari masyarakat Kampung Selpele dan Salio Pulau Wayag. Guna menindak pelanggaran seperti penangkapan hasil laut secara ilegal yang terjadi di perairan setempat.

Peraturan adat ini juga akan menjadi panduan bagi masyarakat untuk menyelenggarakan patroli di perairan Kepulauan Waigeo Sebelah Barat. Kemudian pelaku pelanggaran di Wayag dan sekitarnya akan diproses melalui sidang adat. Yang diselenggarakan di kampung oleh tiga tungku, yakni adat, agama, dan pemerintah kampung. Aturan yang sama juga akan berlaku di perairan Kepulauan Misool bagian utara.

Sementara itu, Kepala BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat, Syafri menilai bahwa inisiatif Sasi dan peraturan adat ini merupakan hal yang strategis dan sejalan dengan maksud pemerintah. Syafri menjelaskan peraturan adat ini adalah bagian dari sistem untuk mencegah kejahatan perikanan. Sebab peraturan ini sangat penting dalam kegiatan pengawasan penegakan hukum di kawasan konservasi perairan.