Masyarakat Paniai Kecewa Tak Dapat Bansos Tunai (BST) Covid-19
Alfred Yogi, kepala distrik Paniai Timur, saat menyerahkan uang bantuan BST dan BSP kepada masyarakatnya selaku KPM (suarapapua.com)

Masyarakat Paniai mengaku kecewa karena Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk masyarakat terdampak Covid-19 tersebut tidak dapat. Nyatanya syarat untuk menjadi penerima bantuan yaitu kartu keluarga (KK) sudah mereka kumpulkan.

“Kartu keluarga sudah kami kumpul sebelum bantuan dibagi. Saya sendiri pada waktu itu kasih ke kepala kampung. Begini waktu cek nama di kantor distrik pas mau bagi, nama saya tidak ada. Terus ada beberapa teman-teman saya lagi. Sekarang, ini kenapa? Bikin kami kecewa sekali,” kata Yosina Nawipa, salah satu ibu rumah tangga di kampung Dupia, distrik Paniai Timur, Paniai, di Enagotadi, Senin (1/3/2021).

Mama Yosina mewakili beberapa teman lainnya mengingatkan para petugas harus berlaku adil. Seperti lainnya, mereka harusnya juga dapat karena kartu keluarga yang mereka kumpulkan itu yang mengeluarkan adalah dinas yang sama yaitu Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kabupaten Paniai.

Jika di tahapan (BST) berikut tak dapat lagi, ia bersama teman-temannya mengaku akan bikin ribut.

“Saya janda. Anak-anak saya masih kecil semua. Dinas Sosial kalau ada bantuan lagi, tolong dan harus nama saya dimasukkan. Terus yang lain juga. Itu kartu keluarga sudah kami kumpul,” harap mama Nawipa.

Nama-nama Penerima Bantuan Ada Yang Sudah Meninggal

Baca juga: SMS Gateway, Inovasi Polda PB Tingkatkan Layanan Masyarakat

Deki menilai sangat tidak benar data penerima, karena nama-nama data penerima yang keluar ada beberapa nama orang meninggal. Sebenarnya itu dapat beralih kepada nama orang yang masih hidup.

“Ada nama orang meninggal. Ini maksudnya apa, bikin bingung. Harusnya kan mereka yang sudah meninggal, ganti dengan kami yang masih hidup. Tapi itu tidak dilakukan. Keterlaluan benar,” tekannya saat berbincang mengenai bantuan tersebut di Enagotadi.

Untuk bantuan sosial tunai (BST) berikutnya, Takimai usul, mengganti setiap yang meninggal. Jika tidak (nama orang meninggal masih ada), tudingnya, dinas-dinas terkait dan semua yang menangani bantuan di Paniai perlu dipertanyakan, apa modus dibalik itu.

Menanggapi terkait data penerima manfaat, Ronald Kadepa, kepala dinas Sosial kabupaten Paniai, menjelaskan, nama orang meninggal dalam data penerima BST ada karena masih menggunakan dari data penduduk lama. Dan nama-nama penerima itu yang mengeluarkan adalah Kemensos RI.

“Memang benar bahwa bisa ada nama orang meninggal karena data yang kami pakai itu data penduduk lama. Dan data itu Kemensos yang keluarkan, bukan kami di daerah yang buat-buat,” jelasnya.

Kadepa berpendapat, hal wajar masyarakat melakukan keributan pada saat pembagian lalu.

“Nah, supaya berikut tidak ribut dan masyarakat yang ada terima bantuan semua, dalam waktu dekat kami akan lakukan validasi data dengan dinas-dinas terkait yang ada,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta Dukcapil agar mulai bekerja efektif melayani masyarakat dalam pembuatan kartu keluarga dan KTP elektronik supaya data nama setiap masyarakat dapat terbaca di Kemensos.

Bantuan Sosial Tunai (BST) Kepada Masyarakat Pania

Dinas sosial kabupaten Paniai menyalurkan dua bantuan berupa tunai (uang) kepada masyarakat Paniai yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) terdampak Covid-19 tahun 2021. Dua jenis bantuan itu yakni Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Sosial Pangan (BSP).

Dana dicairkan dan diterima melalui kantor Pos Enagotadi selanjutnya langsung serahkan ke para kepala distrik untuk seterusnya membagikannya kepada masyarakat di wilayahnya sebagai KPM sesuai data yang ditetapkan Kemensos.

Baca Juga : Rasisme Terhadap Orang dan Pidananya

Data dari Dinsos Paniai, dana kedua bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp Rp9 Miliar lebih dengan total KPM sebanyak 14.823. Masing-masing BST 653 KPM
dan BSP 14.170 KPM.

Pembayarannya, kata Kadepa, tak sama. BST sejumlah 300 ribu per KPM setiap bulan dan BSP 200 ribu terhitung tiga bulan dari Januari hingga Maret 2021.

“Jadi, per KPM di BST dapat 900 ribu dan di BSP 600 ribu,” jelasnya sembari berharap kepada penerima bantuan agar dapat mempergunakannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Terpisah, Alfred Yogi, kepala distrik Paniai Timur, mengatakan, telah membagikan bantuan kedua dana tersebut ke semua masyarakat yang tersebar di 17 kampung di wilayahnya sesuai data KPM.

“Kami bagi tiga hari dari Rabu sampai Jumat karena penduduk di distrik saya paling banyak. Semua sudah dapat tanpa terkecuali,” ujarnya saat ditemui Minggu (28/2/2021) di Enagotadi.

Alfred menjelaskan, dana untuk distriknya sebesar Rp1,13 Miliar dengan jumlah KPM (BST dan BSP) sebanyak 1.896.

“Harapan saya, dana yang telah mereka itu tidak boleh pakai untuk main togel, dadu, mabuk dan lain sebagainya yang sifatnya merugikan,” tegasnya.