Masyarakat Tahota Imbau Pembeli Tidak Makan di Tempat
beritapapua.id - Masyarakat Tahota Imbau Pembeli Tidak Makan di Tempat - klik papua

Masyarakat Tahota Imbau Pembeli Tidak Makan di Tempat – Wabah virus corona menjadi catatan kelam sejak awal tahun 2020. Virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, itu membuat semua orang khawatir. Virus corona jenis baru, SARS-CoV2, telah menginfeksi lebih dari 200.000 orang di 152 negara dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Ketika tren infeksi di China terus mengalami penurunan, angka terinfeksi di negara-negara lain justru mengalami lonjakan. Italia dan Iran menjadi dua negara dengan jumlah kasus terbesar di luar China serta belum menunjukkan penurunan tren infeksi hingga saat ini. Sejumlah penelitian di berbagai negara terus dilakukan untuk menemukan berbagai cara penularan virus corona. Dengan demikian, bisa dilakukan upaya pencegahan dan penanganan.

Baca Juga: Koteka Papua Bukan Pakaian Biasa

Langkah Pemerintah untuk Mencegah Penyebaran Corona

Pandemi virus corona sangat meresahkan nyaris di seluruh belahan dunia salah satunya Indonesia. Bermula dari munculnya kasus pertama di Jakarta, kemudian menyusul ke beberapa daerah lain. Sehingga membuat sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah kebijakan lockdown wilayah mereka.

Selain itu, ada juga beberapa pemerintah daerah yang masih mengambil kebijakan dengan cara mengontrol dan mengisolasi warga baru yang masuk di wilayah mereka dengan cara mengontrol kesehatan selama waktu yang di tentukan tanpa harus berkeliaran di luar.

Untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran wabah virus Corona, masyarakat Distrik Tahota Kabupaten Manokwari Selatan, yang berada di jalan poros trans Papua Barat.

mengambil langkah pencegahan dengan cara mengimbau seluruh pemilik kios dan warung makan, apabila melayani orang yang singgah beli air atau makan, cukup dibungkus saja. “Jangan tinggal makan di tempat,” kata  Killion Sayori, Warga Tahota yang juga merupakan Kepala Puskesmas Tahota kepada sejumlah pemilik kios di wilayah tersebut.

Dokter yang bertugas di Puskesmas Tahota, dr. Runtuboi mengatakan setiap warga baru yang masuk di wilayah itu, harus selalu dipantau. “Ada 2 orang di perusahaan kita imbau agar tidak  keluar dari rumah. Karena mereka baru datang, memang mereka sehat, tapi kan orang baru, jadi kita sarankan untuk tetap di rumah dulu, sambil kita pantau perkembangan mereka selama waktu yang telah di tentukan, selama 14 hari pemantauan,”tutupnya.