Masyarakat Yenbuba Larang Mancing di Spot Wisata Laut Raja Ampat
beritapapua.id - Masyarakat Yenbuba Larang Mancing di Spot Wisata Laut Raja Ampat - Kompasiana

Masyarakat Yenbuba Larang Mancing di Spot Wisata Laut Raja Ampat – Maraknya penangkapan ikan secara illegal marak di kawasan wisata selam di kampung Yenbuba distrik Meos Mansar Raja Ampat, kabupaten Raja Ampat Papua Barat, meresahkan masyarakat setempat. Mereka menyesalkan aktivitas dari para nelayan yang mencari ikan di area diving dan snorkling, tempat wisatawan menikmati alam bawa laut di kampung Yenbuba ini. Menyusul ditutupnya area wisata Raja Ampat karena pandemi Covid-19, malah dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penangkapan ikan secara illegal.

Mengetahui banyaknya informasi dan temuan di lapangan terkit kegiatan itu, membuat masyarakat kampung Yenbuba yang diwakili Kepala Kampung Yenbuba yaitu Yakob Sauyai mendatangi pada aparat kampung, pemuda, Babinsa dan Babinkamtibmas guna memint para aparat dan pihak terkait untuk mulai mengawasi setiap tempat menyelam dan memasang papan atau plang larangan menangkap ikan guna meminimalisir aktivitas penangkapan ikan di daerah wisata tersebut.

Baca Juga: Langgar PSBB, Warga Bogor Akan Dapat Sanksi Sosial

Alasan Pemasangan Papan Larangan Menangkap Ikan

Pemasangan larangan menangkap ikan di kawasan wisata itu, karena terjadi banyak penangkapan ilegal di tengah situasi wabah virus corona. Dimana seluruh kawasan wisata Raja Ampat telah ditutup. Berbagai jenis ikan di spot selam wisata di kampung Yenbuba Raja Ampat, terancam habitatnya akibat dari tindakan ini. Pemasangan papan larangan ini dimaksudkan untuk melindungi berbagai spot-spot yang menjadi tempat wisatawan menyelam di sekitar kampung Yenbuba. Tentunya ini dilakukan agar terhindar dari kerusakan dan keindahan alam  bawah lautnya tetap terjaga.

Pada dasarnya, masyarakat kampung Yenbuba sendiri tidak melarang dilakukannya aktivitas penangkapan ikan. Namun mereka tidak menyetujui apabila aktivitas penangkapan ikan tersebut dilakukan di kawasan-kawasan tempat wisatawan menyelam. Mereka menyarankan agar dalam proses penangkapan ikan tersebut bisa dilakukan dengan tidak menggunakan peralatan yang merusak terumbu karang maupun habitan yang hidup didalamnya. Karena kawasan tempat wisata menyelam yang berlokasi di sekitar kampung Yenbuba adalah aset berharga bagi Raja Ampat.

Beberapa tokoh masyarakat memberikan apresiasi atas komitmen aparat dan seluruh masyarakat Kampung Yenbuba menjaga alam setempat. Sebab dari sektor pariwisata inilah, menyumbang nilai tambah bagi perekonomian masyarakat di sekitar Obyek wisata Raja Ampat. Baik masyarakat, pemerintah bahkan semua orang yang mencari penghidupan dari laut Raja Ampat harus melestarikan kekayaan alam tersebut. Dan bersama-sama bersinergi untuk menjaganya yang demi keberlangsungan alam dan juga pariwisata di daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar tetap bisa dinikmati keindahannya bagi semua orang, bahkan bagi generasi di masa yang akan datang.