Melihat Papua
Beritapapua.id - Melihat Papua dari Mata Sang Sutradara

Melihat Papua dari Mata Sang Sutradara – Seni merupakan bagian penting dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan oleh keseharian kita saat ini. Seni dapat berwujud dengan banyak cara, Salah satunya melalui film atau sinema. Film atau sinema ini juga memiliki banyak fungsi, bukan semata sekadar menjadi hiburan, atau menanyangkan tempat yang indah, melainkan juga memiliki makna dan cerita yang penting. Film juga bisa menjadi sarana komunikasi antara sang sutradara yang ingin menyuguhkan sepenggal kisah dan pengalaman dari karya yang ia buat kepada masyarakat atau penonton.

Melihat Papua Dari Mata Sang Sutradara

Melihat Papua
Beritapapua.id – Melihat Papua dari Mata Sang Sutradara

Juharson Estrella Sihasale lahir di Tembagapura, Papua, pada tanggal 5 Oktober 1973. Dia lebih dikenal dengan nama Ari Sihasale atau Ale. Dia adalah aktor dan musikus Indonesia keturunan Papua-Ambon. Kemudian ia juga adalah seorang sutradara atau filmmaker. Ia juga berkarya dan menyampaikan banyak sekali pesan mengenai kehidupan di Papua. Dia menceritakan bahwa Papua tidak hanya soal tradisional, ketertinggalan, dan kemiskian. Papua selalu lebih dari itu, dan hal tersebutlah yang sangat ingin diperhatikan oleh Ari Silhasale sebagai seorang sutradara.

Baca juga: Persiapan Mendagri Menuju PON XX 2020 di Papua

Putra Papua ini kemudian membuat karya untuk menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya.

Tidak hanya sekadar membuat film, bersama sang istri ia juga turut membangun rumah produksi. Ia sangat ingin mengangkat kisah dan mendokumentasikan nilai-nilai Papua yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Tidak hanya berfokus pada Papua, tetapi juga Ari ingin memproduksi film-film anak yang lebih real dan mudah dinikmati oleh anak-anak. Seringkali, tayangan yang ada saat ini tidak cukup bisa dinikmati oleh anak. Rumah produksi Alenia, juga mengangkan tema tentang keberagamaan, kegigihan, perjuangan, dan keindahan dari cara hidup yang ada di Papua. Sebelum ia memproduksi film, ia banyak melakukan riset, kemudian bertukar cerita, dan melakukan perjalanan keliling Papua untuk mampu melahirkan ide cerita yang cemerlang, baik, dan bisa dinikmati oleh semua kalangan terutama anak-anak. Tokoh atau aktor dalam film-filmnya juga banyak melibatkan putra asli Papua.