Memahami Pentingnya Filosofi Kehidupan Orang Dayak
beritapapua.id - Memahami Pentingnya Filosofi Kehidupan Orang Dayak - kreasicintanusantara

Memahami Pentingnya Filosofi Kehidupan Orang Dayak – Budaya telah menjadi suatu dasar awal manusia dalam berprilaku yang akhirnya menciptakan suatu adat, dimana juga akhirnya menciptakan jati diri. Budaya itu sendiri merupakan pancaran dari budi dan akal manusia. Memahami jati diri sebenarnya tidak semudah melihat dan mendengar, tetapi juga harus hidup di dalamnya. Memahami jati diri itu dan memandangnya sebagai bentukan yang menjadkan manusia itu unik dan memiliki dasar yang berbeda.

Dayak merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia, di mana memiliki budaya yang unik dan penampilan yang eksotis. Dalam kehidupan orang Dayak, memahami kehidupan sangat menjadi junjungan dalam menjalani tiap detiknya di tanah Kalimantan. Bagaimana tidak, dalam beberapa pemahaman sub-suku Dayak, yakin bahwa Dayak memiliki lingkup 3 bagian dari segi alam.

Baca Juga: Jenis Narkotika dan Psikotropika yang Perlu Diketahui

3 Bagian Alam Menurut Orang Dayak

Seperti yang dikatakan Rosandra Dian Alqadrie “orang Dayak meyakini 3 bagian alam, yaitu, Alam Atas, Alam Tengah dan Alam Bawah. Dimana Alam Atas di yakini sebagai sisi baik, lembuh dan pemberi. Dalam pemahamannya kita bisa melihat dari burung Enggang, dimana ia berperan dalam penyebaran bibit-bibit pohon/tanaman yang paling banyak dibandingkan dengan jenis burung lainnya. Dari karakter burung ini pun lembut, indah dan burung yang setia. Kedua adalah Alam Tengah, di mana diyakini tiap kebijaksanaan dan kearifan yang di diami oleh manusia. Kearifan dapat dilihat dari bagaimana segala bentuk fisik maupun non fisik, harus selaras dan memiliki harmoni yang baik. Dimana segala sisi energi positif dan negatif. Dalam Alam Tengah ini pun di yakini bahwa hidup secara komunal memiliki potensial menyelesaikan masalah yang tinggi. Yang terakhir adalah Alam Bawah, dimana ini diyakini merupakan bentuk dari bentuk keburukan yaitu, roh-roh jahat”

Melalui pemahaman tersebut maka akan terlihat bahwa orang Dayak tidak main-main dalam memahami suatu esensi atau sebuah filosofi dari sebuah kehidupan dan menghargai alam. karena esensi orang Dayak hidup adalah menghargai alam, karena melalui alam lah mereka dapat hidup. Dimana makanan dan segala bentuk kebutuhan mereka di dapatkan dari alam.

Esensi Kehidupan Masyarakat Dayak

Segala pemahaman yang sempit dan terlalu berlebihan dalam mengartikan suatu esensi atau filosofi dari suatu kehidupan Dayak justru akan menyebabkan pergeseran makna filosofi kehidupan, dimana “alam adalah sahabat, alam adalah ibu kita dan kehidupan kita”. Orang Dayak merupakan manusia yang sangat dengan alam. Karena keyakinannya adalah jika orang Dayak menjaga alam, maka alam pun akan menjaga mereka. maka dari itu pemahaman yang benar terhadap memahami kehidupan orang Dayak sangatlah dibutuhkan demi menjaga alam dan menjaga ekosistem alam itu sendiri.

Sebagian orang Dayak yang telah lanjut usia, meyakini bahwa konstruksi tentang masyarakat Dayak atau memahami filosofi hidup adalah dengan mengenang manisnya zaman keemasan saat mereka masih berada di pedalaman dan mengisi kebudayaan yang hilang. Tetapi berbebeda dengan pemuda Dayak, yang memiliki pandangan, dimana pendidikan, pekerjaan dan modernisasi merupakan dipahami sebagai salah satu filososfi dalam kehidupan. Namun bersamaan dengan itu adanya ketertarikan yang abadi dengan praktik-praktik dan ritual-ritual Dayak.