Memaknai Kebahagiaan Dalam Perayaan
Memaknai Kebahagiaan Dalam Perayaan

Perayaan kebahagiaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dan selalu beriringan dengan perjalanan hidup seseorang. Perayaan kebahagiaan ini juga merupakan simbol dari kebudayaaan yang dimiliki oleh masyarakat terutama di wilayah Papua. Bentuk apresiasi dari sebuah kejadian yang dianggap penting dan berharga dan terjadi sekali setahun, bahkan seumur hidup. Hal tersebut  memiliki nilai karena setiap detik prosesinya mengandung kenangan bagi setiap orang yang mengalaminya. Tak terkecuali, prosesi dalam atau menuju kebahagiaan. Seolah tak ingin kehilangan momentum itu, dibentuklah seremonial, perayaan sebagai peringatan. Mengingatkan akan hal penting, sakral, dan berpengaruh dalam hidup seseorang. Begitulah kira-kira yang tumbuh dalam budaya masyarakat Papua.

Baca Juga: Kedinamisan Sosial Papua yang Tetap Berpegang Pada Budaya

Upacara Sebagai Identitas Kebudayaan

Masyarakat asli Papua yang masih kental dengan nuansa kesukuan. Layaknya suku yang memiliki identitasnya masing-masing pun demikian. Melalui berbagai perayaan, menjadikan suatu prosesi upacara sebagai identitas kebudayaan. Tak terkecuali perayaan kebahagiaan, turut dikemas sebagai acara adat. Merayakan, memperingati suatu peristiwa dalam siklus hidup manusia, supaya selalu diingat, melalui sebuah upacara adat. Mencipta kenangan melalui kebiasaan yang dilembagakan. Pada akhirnya mengultur dan saling melegkapi dengan kebiasaan yang muncul karena memang telah terdapat pada budaya  adat sejak zaman nenek moyangnya.

Ulang tahun dan pernikahan keduanya merupakan suatu momen bahagia yang selalu dirayakan oleh masyarakat Papua menurut suku masing-masing. Walaupun keduanya berbeda dalam nilai. Ulang tahun yang merupakan perayaan kebahagian untuk memperingati hari kelahiran seseorang, telah menjadi sebuah kebiasaan. Dalam pelaksanaannya selalu ramai dan terkesan memang perayaan ulang tahun ini sangat penting bagi masyarakat Papua, misalnya, Suku Sougb. Sedangkan pernikahan yang memang menjadi momentum sakral mempunyai keriuhannya sendiri. Dilihat dari penyelenggaraannya, sangat kontras sekali antara keduanya. Ulang tahun yang merupakan acara perayaan kebahagiaan bisa dibilang hanya sebagai kebiasaan baru yang tidak berakar budaya sehingga tidak begitu sakral, namun acaranya terkesan ramai dan secara kasat mata lebih mewah dibandingkan pernikahan yang merupakan acara yang lebih sakral.

Pernikahan merupakan kegiatan adat yang sakral karena menyatukan dua insan manusia. Dalam pernikahan juga terdapat serangkaian prosesi pernikahan yang biasanya sesuai dengan adat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Demikianlah beberapa perayaan dalam menyambut kebahagiaan oleh masyarakat Papua. Semua bermakna untuk saling berbagi dan berkumpul dalam suka cita dan semarak kekeluargaan.