Membudayakan Membaca Bersama Rabbit Hole Indonesia
Beritapapua.id - Membudayakan Membaca Bersama Rabbit Hole Indonesia - Gracemelia

Membudayakan Membaca Bersama Rabbit Hole Indonesia – Belajar untuk mencintai ilmu pengetahuan bisa melalui buku. Mendidik anak untuk dekat dengan buku bisa dimulai dari usia dini.

Salah satu semangat tersebut terwujud lewat sepasang suami istri melalui Rabbit Hole Indonesia. Devi Raissa Rahmawati dan Guntur Gustanto, memulai usaha dengan modal nekad dan riset kecil-kecilan. Ia fokus menerbitkan buku yang berfokus untuk bayi dan balita. Menarik bukan?

Kita mungkin melihat buku sebagai peruntukan orang dewasa atau minimal yang telah bisa membaca. Sementara Devi justru mengeluarkan buku-buku yang target pembacanya adalah bayi dan balita. Ia percaya mengenalkan rasa cinta terhadap buku sejak anak masih kecil.

Baca Juga: Mengenal Mazaraat Cheese, Artisan Keju Yogyakarta

Cerita Pembuatan Buku

Membudayakan Membaca Bersama Rabbit Hole Indonesia
Beritapapia.id – Membudayakan Membaca Bersama Rabbit Hole Indonesia -BBC

Devi bercerita bahwa ide pembuatan buku tersebut berasal dari temuan yang ia lihat di kehidupan nyata bahwa anak-anak kecil pada masa sekarang ini cenderung lebih suka bermain dengan gadget. Hal ini tentu sudah menjadi pemandangan yang tidak asing, mengingat kemudahan teknologi telah sampai pada kalangan yang sangat tak terbatas, bahwa gadget bukan lagi sekadar untuk orang dewasa melainkan juga anak-anak bahkan balita dengan berbagai alasan.

Ia juga sering melihat bagaimana orang tua dan anak sulit untuk melakukan komunikasi akibat pengaruh dan kehadiran gadget ini. Berlatar belakang pendidikan psikologi klinis anak, Devi melakukan riset dan menemukan sebuah solusi bahwa melakukan kegiatan membaca bersama bisa meningkatkan kualitas komunikasi antara orang tua dengan anaknya. Devi merancang buku bacaan untuk anak-anak usia 6 bulan sampai 7 tahun. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hubungan komunikasi antara orang tua dan anak serta membuat anak bisa menyukai kegiatan membaca.

Devi dan Guntur tentu juga bermodal keterampilan dalam menciptakan karya serta uang. Setiap cerita dan ilustrasi pada buku Rabbit Hole adalah karya kedua individu tersebut. Devi dan Guntur mengeluarkan Rp10 juta untuk mencoba memproduksi 1.000 eksemplar yang belakangan laris terjual dalam setahun.

Namun Ia bersikukuh untuk menolak modal tambahan dari investor, hal ini ia lakukan demi menjaga ide-idenya tetap bisa terlaksana tanpa campur tangan pihak lain, mewujudkan buku anak berbahasa Indonesia dengan fitur yang biasa dimiliki buku anak dari negara-negara Barat, seperti gambar muncul atau pop up serta kain beragam tekstur yang bisa diraba pembacanya adalah salah satu impian yang ingin ia wujudkan bersama Rabbit Hole.