Membuka Kembali Rumah Ibadah, Siapkah Kita?
beritapapua.id - Membuka Kembali Rumah Ibadah, Siapkah Kita? - Kompas

Pemerintah mulai mempersiapkan rencana untuk membuka kembali rumah ibadah yang ditutup karena wabah COVID-19. Nantinya, kegiatan agama akan disesuaikan dengan prosedur kenormalan baru atau new normal.

Mengutip cnnindonesia.com, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan “Kami membuat konsep, agar secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali.” Aturan pembukaan rumah ibadah ini berlaku untuk semua agama dan pembahasan lebih teknis pembukaan ini akan dilakukan Kementerian Agama pada Kamis (28/5).

Fachrul Razi juga menambahkan bahwa pembukaan ini akan dilakukan sangat ketat. Salah satu syaratnya yakni rumah ibadah tersebut tidak berada di zona merah penyebaran corona.

Fachrul juga menjelaskan beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum izin membuka diberikan. Pertama adalah, kepala desa mengajukan rekomendasi ke kecamatan setempat. Selanjutnya camat akan membahas usulan tersebut dengan Forum Komunikasi Kecamatan. Setelah itu camat harus berkonsultasi ke Bupati atau Walikota apakah rumah ibadah yang diajukan untuk dibuka tersebut  sudah aman untuk diberikan izin atau belum.

Namun surat izin pembukaan rumah ibadah juga bisa dicabut, tergantung pada situasi wabah corona pada daerah tersebut. Izin pembukaan rumah ibadah akan direvisi setiap bulannya disesuaikan dengan kondisi wabah di daerah bersangkutan.

Baca Juga: Dana Riset Vaksin Virus Corona 200 Miliar

Ibadah Daring di Tengah Wabah Corona

Kebijakan Pemerintah yang menutup rumah ibadah di beberapa daerah Indonesia, membuat masyarakat beralih ke kegiatan ibadah secara daring. Untuk umat Krisitiani misalnya, beberapa gereja pada umumnya mempersiapkan tata cara ibadah secara online, dimana tata ibadah tersebut akan diunggah ke media sosial streaming Youtube, dan jemaat bisa mengaksesnya dari rumah masing-masing.

Beberapa gereja juga mengambil kebijakan live streaming, dimana ibadah dilakukan secara langsung namun pada tempat yang terpisah. Jemaat yang di rumah bisa mengikuti tata cara ibadah tersebut secara langsung.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menghimbau agar umat Kristinani tetap beribadah dirumah. PGI juga telah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh gereja di Indonesia terkait himbauan PGI soal ibadah di rumah sampai wabah corona bisa mereda di Indonesia.

Dengan segera direalisasikannya pembukaan rumah ibadah, tampaknya akan membuat kerinduan jemaat untuk segera bisa beribadah di gereja lagi akan segera terobati.