MeMiles dan Investasi Bodong
MeMiles dan Investasi Bodong

Kasus investasi bodong terjadi kembali di Indonesia, melalui aplikasi bernama MeMiles berhasil dibongkar oleh kepolisian. Kasus ini muncul setelah Polisi Daerah (POLDA) Jawa Timur menangkap dua tersangka KTM (47) dan FS (52) yang terlibat dalam investasi bodong.

Dalam Waktu delapan bulan, investasi bodong yang menumpang menggunakan nama PT. Kam and Kam berhasil meraup uang senilai Rp 750 miliar. PT. Kam and Kam adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pemasangan iklan menggunakan system penjualan langsung melalui jaringan member dengan cara bergabung di aplikasi MeMiles.

Selama 8 bulan beroperasi, MeMiles berhasil menarik sebanyak ratusan ribu anggota. Sistem kerja investasi ini, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi dan bonus dari perusahaan. Jika ingin memasang iklan, maka member harus memasang top-up.

Baca Juga: Semakin Menggila! 80 Orang Tewas, 2000 Orang Terinfeksi Corona Virus

Apa ciri-ciri investasi bodong dan regulasi mengenai hal tersebut?

Modus produk investasi MeMilse adalah menjanjikan hadiah yang fantastis kepada nasabahnya. Investasi bodong memiliki ciri-ciri seperti

  1. member atau nasabah diwajibkan untuk melakukan ­top-up 50.000 dan akan mendapatkan keuntungan ratusan juta rupiah;
  2. badan hukum resmi dari pemerintah pasti memiliki izin usaha yang lengkap dan memberikan pelayanan mengenai keuangan dan investasi;
  3. para penipu yang berkedok investasi sering kali memberikan jaminan sangat tinggi pada para pelanggannya, hal tersebut yang patut untuk diselidiki;
  4. hasil yang ditawarkan sangat menggiurkan dengan menawarkan keuntungan tingg hanya dengan setoran yang rendah;
  5. menuntut nasabah atau member untuk melakukan pembayaran terus menerus seperti top-up

Mengenai Investasi bodong di Indonesia belum ada pengaturan dan sanksi yang mengaturnya, namun dalam. Karena belum terdapatnya paying hukum terkait investasi bodong, biasanya sanksi untuk investasi bodong dikenakan sanksi seperti penipuan.

Pasal 378 KUHP berbunyi:

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, atauppun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.

Pada Kasus MeMiles mengatasnamakan sebuah Korporasi bernama PT. Kam and Kam maka Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi berlaku Pasal 23 Ayat (1) apabila tindak pidana penipuan tersebut dilakukan oleh orang berdasarkan hubungan kerja baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama berintdak untuk dan atas nama korporasi. Untuk kerugian yang ditimbulkan maka berlaku Pasal 20 PERMA 13 Tahun 2016.