Menag: Harusnya Agama Ajarkan Yang Baik
Beritapapua.id - Menag: Harusnya Agama Ajarkan Yang Baik - Sindonews

Menag: Harusnya Agama Ajarkan Yang Baik – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi sempat menyinggung ceramah Rizieq Shihab yang menyebut lonte dalam ceramahnya dalam acara Maulid Nabi beberapa waktu lalu.

“Itu saya juga tidak sependapat. Karena agama itu kan mengajarkan hal-hal yang baik, apalagi di forum Maulid Nabi,” kata Fachrul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11).

Fachrul mengatakan bahwa seharusnya dalam acara-acara keagamaan, tidak ada kata-kata kotor yang terucap. Apalagi di acara Maulid Nabi, yang seharusnya membahas kisah tentang Nabi Muhammad SAW.

“Harusnya kita bicaranya nabi lah gitu ya. Jangan keluarkan kata-kata kotor, yang tidak baik,” katanya.

Ia pun menilai apabila ada orang yang berkata kotor dalam acara Maulid Nabi. Justru menjadikan orang yang berkata tersebutlah menjadi tercela karena perkataannya.

Sependapat dengan Menag, Wadah habaib se-Indonesia, Rabithah Alawiyah, menilai kata-kata itu tidak pantas diucapkan Habib Rizieq.

“Tentu perkataan yang disampaikan itu tidak elok, apalagi dalam forum seperti itu,” kata Divisi Humas Rabithah Alawiyah dalam keterangannya, Senin (16/11).

“Memang, apapun konteks dan background-nya, itu tidak elok disampaikan. Apalagi oleh seseorang yang memiliki banyak pengikut, panutan, yang tentu memuat tanggung jawab lebih,” kata Divisi Humas Rabithah Alawiyah.

Baca Juga: Jokowi Siap Disuntik Vaksin Pertama Kali

Kritikan dari MUI dan NU

Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) angkat bicara soal ceramah Habib Rizieq yang menyebut ‘lonte’ dari panggung acara Maulid Nabi.

“Boleh jadi muballigh itu berbeda. Tetapi Al-Qur’an secara tegas bahwa dakwah harus dilaksanakan dengan hikmah, bijaksana, dengan mengajak orang dengan pelajaran yang baik,” kata Sekretaris MUI Sulsel Muhammad Ghalib, Senin (16/11).

Ghalib mengatakan bahwa seharusnya peringatan Maulid Nabi dirayakan atas kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang merupakan teladan bagi umat manusia.

Organisasi pemuda Nahdlatul Ulama, GP Ansor menilai ucapan Habib Rizieq tidak sopan apalagi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sebenarnya, sebutan apapun itu kan bebas nilai ya. Untuk menyebut perempuan nakal misalnya ada lonte, PSK, WTS, dan sebagainya. Hanya kemudian, tempat di mana kata itu diucapkan yang kemudian memberi nilai,” ucap Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Senin (16/11).

“Di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang seharusnya di mana umat diajarkan untuk mengingat kebaikan dan ajaran-ajaran Nabi yang mulia. Bahkan dipercaya di saat maulid itu Nabi hadir, pengucapan kata ‘lonte’ itu sungguh sangat tidak sopan, merendahkan perempuan,” tambahnya.

Yaqut pun menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW sangatlah menghormati perempuan. Dan Rizieq yang merupakan dzuriyyah (keturunan) nabi seharusnya mengikuti teladan nabi.