Mendikbud Ungkap Angka Bullying Pelajar Indonesia Masih Tinggi
beritapapua.id - Ilustrasi tindakan perundungan atau bullying. (Foto: Istimewa)

Kata bullying berasal dari bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia berarti penindasan atau risak. Kasus perundungan alias bullying masih cukup banyak dan sering terjadi di Indonesia. Bahkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, bullying terhadap pelajar di Indonesia masih sangat tinggi.

Masih tingginya kasus perundungan ini harus menjadi perhatian banyak pihak agar dapat segera diselesaikan. Nadiem menambahkan, perundungan menjadi masalah besar bagi dunia pendidikan Indonesia. Bahkan berdasarkan hasil asesmen nasional ditemukan fakta bahwa bullying bisa menimpa sebagian besar pelajar.

“Sebesar 24,4 persen dari peserta didik kita berpotensi mengalami insiden perundungan, ini angka yang sangat besar;” kata Nadiem di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 12 April 2022 seperti dilansir dari disway.id.

Menurutnya, perundungan lebih berpotensi terjadi di sekolah yang tidak memiliki program pencegahan perundungan. Apalagi, di Indonesia saat ini belum seluruh sekolah memiliki pembahasan tentang perundungan yang disampaikan kepada siswa.

“Sekolah-sekolah yang punya kebijkan perundungan, level insidensi dalam sekolah itu jauh lebih kecil. Ini akan menjadi suatu insight atau suatu strategi nanti ke depan bagaimana kita bisa memitigasi isu perundungan ini,” ucapnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Andalkan Skema KPBU Guna Kebut Pembangunan

Perilaku bullying sendiri sangat bertentangan dengan UUD 1945, tepatnya dalam pasal 28B ayat 2 berbunyi, “Menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.

Jenis-jenis Bullying

Ternyata bullying memiliki banyak bentuk. Tidak hanya tindakan yang dilakukan dengan kontak fisik, secara ferbal pun bisa dikatategorikan dalam tindakan bullying. Mengutip dari Kemenpppa.go.id, bullying dikelompokkan dalam enam kategori, antara lain:

  • Kontak Verbal Langsung
    Bullying ini berupa tindakan mengancam, mempermalukan, mengganggu, memberi panggilan nama, merendahkan, intimidasi, memaki, dan menyebarkan gosip buruk.
  • Kontak Fisik Langsung
    Tindakan bullying dengan kontak fisik langsung berupa pelaku yang mendorong, menendang, menjambak, memukul, mencakar, mencubit, memeras, mengunci seseorang dalam ruangan, hingga menghancurkan barang milik orang lain.
  • Perilaku Non Verbal Langsung
    Tindakan bullying melihat sinis, menampilkan ekspresi merendahkan, mengancam, mengejek, menjulurkan lidah, sampai melakukan kekerasan fisik pada korban.
  • Perilaku Non Verbal Tidak Langsung
    Tindakan bullying berupa memanipulasi persahabatan, mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng, sampai mendiamkan seseorang.
  • Pelecehan Seksual
    Tindakan bullying ini masuk dalam kategori kekerasan atau bullying secara fisik dan atau verbal.
  • Cyber Bullying
    Tindakan kekerasan dengan cara menyakiti orang lain melalui media elektronik. Seperti memberi komentar jelek, pencemaran nama baik lewat media sosial, dan menyebarkan rekaman video intimidasi.