Menganiaya Hewan, Hati-hati Bisa Dipidana Hukum

Menganiaya Hewan, Hati-hati Bisa Dipidana Hukum – Sejak hari Sabtu, (20/03/2021) sebuah video adu argumen yang berdurasi 1 menit, 56 detik, viral di hampir semua platform media sosial. Cekcok tersebut kemudian diketahui terjadi antara Felix Yanaputra dengan satpam dari sekolah Solideo Chistian School.

Argumen terjadi karena Felix dipergoki membunuh seekor indukan kucing dengan cara menginjak kepalanya dan membuang anak-anak dari kucing tersebut ke dalam selokan. Felix yang merupakan koordinator IT di Solideo, dengan arogannya mengatakan ia membunuh kucing tersebut karena tidak suka adanya kucing yang berkeliaran di area sekolah.

Peristiwa penyiksaan seperti kejadian di Sekolah Kristen Solideo ini bukan sebuah hal yang baru. Penyiksaan terhadap binatang seringkali menyita perhatian warga dunia maya. Ironisnya, banyak sekali kejadian penyiksaan binatang terutama kucing dan anjing dilakukan demi viralitas di media sosial.

Lantas sampai sejauh mana perlindungan hukum di Indonesia terhadap binatang terutama anjing dan kucing. Untuk mencegah kejadian seperti peristiwa di Sekolah Kristen Solideo ini bisa terus berulang?

KUHP Sudah Melarang Penganiayaan Terhadap Hewan

Baca juga: Tan Malaka, Komunisme dan Republik Indonesia

Masalah perlindungan terhadap hewan merupakan masalah yang cukup pelik di Indonesia. Budaya serta kebiasaan dari beberapa daerah menjadi salah satu kendala, perlindungan terhadap anjing dan kucing bisa maksimal.

Kebiasaan mengonsumsi daging anjing dan kucing saja contohnya. Hingga saat ini perdagangan daging anjing dan kucing masih marak di beberapa daerah. Di Pasar Tomohon saja hal ini masih menjadi perdagangan yang lazim. Jika anjing dan kucing masih dianggap wajar untuk dikonsumsi, bagaimana perlindungan hukum terhadap kedua jenis hewan ini?

Ternyata di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kita sudah melarang penyiksaan terhadap hewan, meskipun hewan tersebut merupakan hewan yang bisa dikonsumsi.

Baca juga: Rasisme Terhadap Orang dan Pidananya

Pasal 302 KUHP Tentang Menganiaya Hewan berbunyi:

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan

1. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya;

2. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya.

(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.

(3) Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.

(4) Percobaan melakukan kejahatan tersebut tidak dipidana.”

Maka, dengan adanya Pasal 302, segala perilaku penganiayaan terhadap hewan, meskipun hewan tersebut merupakan hewan yang dikonsumsi manusia, bisa dipidana. Tidak ada suatu alasan yang bisa membenarkan penganiayaan terhadap hewan yang tidak berdaya. Perbuatan lacur untuk memberi makan ego seorang manusia yang merasa lebih superior, apalagi demi viralitas, layak untuk dipidana.