Mengapa Islam Melarang Minuman Keras
Mengapa Islam Melarang Minuman Keras?

Mengapa Islam Melarang Minuman Keras? – Tahukah Anda bahwa Islam sempat membolehkan minuman keras? Bahkan, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bagaimana buah anggur dapat menjadi minuman yang memabukkan. Dalam surat An-Nahl ayat 67 Allah ta’ala berfirman,

وَمِن ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik. sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan”

Allah melarang minuman keras kepada hamba-Nya secara bertahap. Awalnya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang proses pembuatan minuman yang memabukkan dari kurma dan anggur. Menurut mufasir, ayat ini menjelaskan kebesaran Allah tentang ciptaan-Nya.

Pada kala itu, larangan minuman yang memabukkan belum turun. Kemudian, turunlah ayat berikut yang menjelaskan keburukan dari minuman tersebut. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 219,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. katakanlah ‘pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar dari pada manfaatnya’”

Selanjutnya, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bagaimana minuman keras mengandung keburukan dari pada manfaatnya. Kemudian, Allah melarang miras dalam kondisi tertentu sebagai surat An Nisa ayat 43.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ…

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan…”

Larangan ini turun kala seorang sahabat Nabi salat dalam keadaan mabuk. Kala itu, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu salat dalam keadaan mabuk sehingga salah membaca ayat.

Hikmah Larangan Minum Khamr

Baca juga: Retaliasi Melalui Serangan Umum 1 Maret 1949

Ali bin Abi Thalib saat itu sedang menghadiri undangan makan bersama Abdurrahman bin Auf. Saat itu, tuan rumah menyediakan minuman keras dan berbagai makanan lezat. Lantas Ali bin Abi Thalib makan dan minum bersama Abdurrahman bin Auf.

Ketika waktu salat datang, sahabat Ali bin Abi Thalib memintanya untuk menjadi imam. Sebelum itu, Ali telah mabuk lantaran meminum khamr. Karena itu, ia salah dalam membaca ayat. Beliau membaca,

قل يآأيها الكافرون. أعبد ماتعبدون, ونحن نعبد ما عبدتم

“Wahai orang-orang kafir. Aku menyembah apa yang kamu sembah, dan kami akan menyembah apa yang kamu sembah”

Dengan demikian turunlah ayat yang melarang khamr dan juni secara mutlak. Dalam surat Al Maidah ayat 90-91 Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)

Dengan demikian kita dapat belajar bahwa minuman keras lebih banyak buruknya ketimbang kebaikannya. Menurut kisah yang Ali bin Abi Thalib, khamr dapat menjerumuskan seseorang dalam perilaku yang tidak bertanggung jawab.

Kemudian, kita dapat mengamati betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dia memberikan penjelasan mengenai keburukan dan kebaikan khamr, serta melarangnya secara bertahap.

Begitulah kisah tahapan pelarangan minuman keras dalam Islam.