Mengenal BPJS Kesehatan Lebih Dalam
beritapapua.id - Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Istimewa)

BPJS merupakan singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bertugas untuk Menyelenggarakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan juga pegawai swasta.

Program ini mulai diadakan pada tahun 2014 melalui Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Pengadaan program BPJS Kesehatan ini dinilai sangat membantu seluruh masyarakat Indonesia yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan untuk berobat, terutama untuk penyakit jangka panjang.

Berdasarkan PERMENKES NO. 28 Tahun 2014, ada 144 penyakit yang ditangung oleh BPJS Kesehatan, yaitu Kejang demam, Tetanus, HIV/AIDS tanpa komplikasi, Tension headache (sakit kepala tegang), Migrain, Bell’s palsy, Vertigo, Gangguan somatoform, Insomnia, Benda asing di konjungtiva, Konjungtivitis, Perdarahan subkonjungtiva, Mata kering, Blefaritis, Hordeolum, Trikiasis, Episkleritis, Hipermetropia ringan, Miopia ringan, Mabuk perjalanan, Furunkel pada hidung, Rhinitis akut, Rhinitis vasomotor, Rhinitis alergika, Benda asing, Epistaksis, Influenza, Pertusis, Faringitis, Tonsilitis, Laringitis, Asma bronchiale, Bronchitis akut, Pneumonia, bronkopneumonia, Tuberkulosis paru tanpa komplikasi, dan selengkapnya bisa dicek langsung dalam peraturan terkait.

Setiap warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah bekerja di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS. Hal tersebut sesuai dengan apa yang tercantum dalam pasal 14 UU No. 14 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Untuk anda yang belum terdaftar, ayo segera daftarkan diri anda!

Iuran BPJS Kesehatan

Iuran untuk BPJSK dibayar setiap bulannya berdasarkan kelas. BPJSK terdiri dari tiga kelas, Kelas termahal adalah kelas I dan yang termurah adalah kelas III. Nominal iuran ini berbeda-beda tiap tahunnya.

BPJS Kesehatan kelas tiga memiliki iuran dengan nominal 35.000 rupiah, tarif tersebut telah termasuk potongan subsidi pemerintah sebesar 7.000 rupiah. Maka total iuaran kelas tiga sebenarnya adalah 42.000 rupiah. Selanjutnya kelas II adalah 100.000 rupiah per bulan, dan terakhir kelas I adalah 150.000 rupiah perbulannya. Nominal ini berlaku untuk peserta BPJS mandiri dan bukan pekerja.

Untuk karyawan kantoran, iuran BPJS Kesehatan adalah 1% dari total gaji dan 4% akan dibayarkan oleh perusahaan dari total gaji individu karyawan yang dimaksud. Batas maksimal gaji yang iuran BPJS nya ditanggung oleh perusahaan adalah sebesar Rp12 juta.