Mumi Wim Motok Mabel
beritapapua.id - Mengenal Mumi Wim Motok Mabel Asal Suku Dani - Merah Putih

Mengenal Mumi Wim Motok Mabel Asal Suku Dani – Mendengar kata mumi mungkin pikiran kita akan langsung tertuju pada Negara Mesir. Saking terkenalnya mumi di sana, jenazah yang diawetkan melalui berbagai proses tersebut memiliki film solonya sendiri.

Namun, mumi bukan hanya milik Mesir. Di berbagai negara lain juga punya mumi sendiri tanpa terkecuali Indonesia. Di Distrik Kerulu, kawasan Lembah Baliem, terdapat mumi yang usianya sudah 270 tahun.

Dikutip dari pesona travel mumi itu bernama Wim Motok Mabel. Wim artinya panglima, Motok artinya perang, dan Mabel adalah nama asli mumi semasa hidup. Menurut sejarahnya, Wim Motok Mabel adalah kelapa suku dan panglima perang Suku Dani yang cukup disegani semasa hidup. Sebelum meninggal, ia berpesan pada keluarganya, untuk menjaga jasadnya dan diawetkan.

Wim Motok Mabel menganggap jika sukunya kelak akan mendapat keberkahan dan kesejahteraan dengan terus memelihara jasadnya. Mumi Wim Motok Mabel sendiri sudah berusia lebih dari 270 tahun. Dan dijaga hingga generasi ketujuh keturunannya.

Mumi Motok Mabel diposisikan duduk dengan memeluk kedua lututnya. Wajahnya menghadap atas dengan mulut terbuka, seperti meneriakkan sesuatu sebelum ajal menjemputnya. Motok Mabel, seperti kebanyakan mumi di Wamena, disimpan di Honai tersendiri. Di dalam Honai terdapat perapian yang berguna untuk penghangat serta pengasap peti mumi.

Baca Juga: Festival Lembah Baliem, Sebagai Lambang Kesuburan dan Kesejahteraan

Sebagai Daya Tarik Tersendiri Bagi Wisatawan

Mumi Wamena di kalangan Suku Dani terlarang untuk disentuh perempuan. Sebagai daya tarik wisata Wamena, pengunjung dapat melihat atau berfoto bersama Mumi Motok Mabel. Tentunya dengan tarif tertentu sesuai dengan kesepakatan. Pastikan tarif sesuai kesepakatan dengan pimpinan komunitas penjaga mumi. Baik dari segi tarif maupun hitungan jika Anda berfoto rombongan atau sendirian.

Tarif berfoto dengan mumi berkisar antara 100 ribu hingga 150 ribu rupiah dalam sekali jepret. Tarif berbeda bisa berlaku untuk rombongan. Kisarannya antara 2 juta sampai 2,5 juta rupiah, atau bahkan lebih. Tergantung jumlah peserta rombongan yang ikut berfoto.