Mengenal Perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen dan PCR
Beritapapua.id - Mengenal Perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen dan PCR - CNN

Mengenal Perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen dan PCR – Untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus Covid-19, diperlukan pemeriksaan yang disebut PCR dan rapid test. Adapun rapid test sendiri terbagi atas rapid test antigen dan rapid test antibodi.

Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah mengeluarkan syarat baru bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota, yaitu harus membawa hasil rapid test antigen Covid-19.

Syarat tersebut terutama untuk penumpang yang bepergian menggunakan kereta api jarak jauh atau pesawat. Mengutip dari KompasTV, syarat baru itu adalah penumpang kereta api jarak jauh dan pesawat diwajibkan menyertakan hasil tes PCR atau minimal rapid test antigen sebelum berangkat.

Lantas apa saja perbedaan antara rapid test antigen, rapid test antibodi, dan tes PCR.

Baca Juga: Hutan Sagu Huruwakha, Destinasi Ekowisata Di Jayapura

  1. Rapid Test Antibodi

Rapid test antibodi bertujuan untuk mendeteksi sistem imun akan memproduksi antibodi untuk membasmi virus Corona. Antibodi ini umumnya muncul setelah empat hari hingga lebih dari seminggu setelah infeksi. Jenis sampel Pemeriksaan rapid test antibodi dilakukan menggunakan sampel darah. Hasil pemeriksaan membutuhkan waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 10-15 menit. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi sebesar Rp 150.000.

  1. Rapid Test Antigen

Rapid test antigen mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan, Identifikasi dilakukan dengan mencari protein dari virus corona. Virus Corona yang masuk ke dalam tubuh akan terdeteksi sebagai antigen oleh sistem imunitas. Rapid test antigen untuk virus Corona dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Hasil pemeriksaan membutuhkan waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 10-15 menit. Untuk harga rapid test antigen Covid-19 berada di kisaran Rp 349.000 hingga Rp 665.000.

  1. Tes Polymerase Chain Reaction (PCR)

Tes PCR bertujuan untuk mencari materi genetik dari virus corona yakni deteksi pola genetik (DNA dan RNA) dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk virus Corona (SARS-CoV-2). Pemeriksaan Tes PCR menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung ataupun tenggorokan, dengan metode swab. Yang membutuhkan waktu yang cukup lama hingga hasilnya keluar, yaitu sekitar 1–7 hari, terganung dari ketersediaan alat tes. Pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi keberadaan virus Corona yang paling akurat adalah tes PCR dengan tingkat akurasi mencapai 80–90%. Pemerintah melalui Kemenkes meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota mengawasi penerapan harga tertinggi test PCR yakni sebesar Rp 900.000.