Mengenal Wanprestasi Dalam Suatu Perjanjian
Beritapapua.id - Mengenal Wanprestasi Dalam Suatu Perjanjian - Spacestock

Mengenal Wanprestasi Dalam Suatu Perjanjian – Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak terlepas dari adanya kerjasama yang seringkali dituangkan dalam suatu perjanjian. Yang mana perjanjian tersebut berperan dalam pelaksanaan pekerjaan serta kesepakatan terkait pemenuhan suatu prestasi. Perjanjian atau Kontrak pada dasarnya merupakan bagian penting dari suatu proses bisnis yang sarat dengan pertukaran kepentingan antara para pelakunya.

Secara yuridis, setiap perjanjian yang dibuat secara sah akan mengikat sebagai UU bagi mereka yang telah membuatnya. Dengan demikian maka pihak-pihak yang mengadakan perjanjian itu satu sama lain terikat dengan janji yang mereka buat.

Perjanjian merupakan suatu perbuatan hukum yang menimbulkan akibat hukum, baik berupa timbulnya hak dan kewajiban maupun hilangnya  hak dan kewajiban. Jadi bilamana salah satu pihak tidak melaksanakan perjanjian yang telah disepakati sesuai waktu yang ditentukan, maka disinilah timbul suatu wanprestasi atau melanggar perjanjian yang telah disepakati bersama.

Maka pihak yang merasa dirugikan oleh pihak lain dalam suatu perjanjian berhak menuntut pihak lain yang tidak melaksanakan isi perjanjian itu dengan perantaraan hakim atau melalui saluran hukum.

Baca Juga: Satgas Pastikan Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif

Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Dalam Perjanjian

Tidak jarang dalam praktek pelaksanaan perjanjian, ada pihak pihak yang secara sengaja menghindar dari pelaksanaan perjanjian. Kejadian wanprestasi seperti ini akan menimbulkan adanya kerugian dari salah satu pihak karena suatu perjanjian menjadi terhambat pelaksanaannya. Sehingga tujuan dari pembuatan suatu perjanjian tersebut tidak tercapai.

Apabila terjadi pelanggaran dalam sebuah perjanjian, maka dapat diajukan gugatan wanprestasi. Sebab tidak terdapat hubungan kontraktual antara para pihak, maka akan ada pihak-pihak yang dirugikan. Dengan demikian harus ada ganti rugi terhadap kehilangan keuntungan yang telah disepakati bersama.

Pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pihak lain dalam perjanjian, berhak menuntut pihak lainnya yang tidak melaksanakan isi perjanjian itu. Dengan perantaraan hakim pengadilan atau melalui saluran hukum yang ada.

Penyelesaian sengketa akibat adanya wanprestasi dapat melalui musyawarah dari para pihak untuk penyelesaian kewajiban-kewajiban para pihak. Ataupun atau melalui mekanisme pengadilan dengan perantaraan hakim melalui gugatan wanprestasi.

Selain itu, terdapat pula alternatif penyelesaian sengketa melalui prosedur yang dikehendaki para pihak. Seperti dengan cara konsultasi, negosiasi, mediasi, konsolidasi, penilaian ahli dan arbitrase.