Mengintip Sepak Terjang Putra Papua yang Menjadi Direktur Freeport
beritapapua.id - Mengintip Sepak Terjang Putra Papua yang Menjadi Direktur Freeport - tribunnewswiki.com

Mengintip Sepak Terjang Putra Papua yang Menjadi Direktur Freeport – Siapa sangka jika akhirnya ada putra dari wilayah timur Indonesia dapat menempati posisi penting di PT Freeport Indonesia. Dia adalah Claus Wamafma yang diangkat oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadi Direktur PT Freeport Indonesia yang menjadikannya sebagai putra asli Papua pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Claus Wamafma memiliki nama lengkap Claus Oscar Ronald Wamafma yang lahir di Manokwari 46 tahun lalu tepatnya 23 Juni 1973. Claus Wamafma menempuh pendidikan formalnya di Papua. Yakni sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di Fakfak, Papua Barat. Kemudian melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas di SMA 2 Jayapura, Papua. Claus menempuh pendidikan di perguruan tinggi tenama di Bandung tepanya di ITB atau Institut Teknologi Bandung dengan konsentrasi pada Teknik Industri pada 1998 yang dilanjutkan dengan MBA School of Business ITB in House Program pada 2009.

Baca Juga: Stadion Papua Bangkit Mendapat Pujian Dari Ketua MPR

Perjalanan Karir Claus Wamafma

Perjalanan karir Claus Wamafma di PT Freeport sendiri yakni dimulai dari tahun 1999. Claus menempati posisi sebagai Supply Chain-Warehouse & Distribution Manager pada 2011-2014, VP Community Development pada 2014-2018, Senior Vice President (SVP) Partnership Funds & Community Development 2018-2020 dan akhirnya kini pada tahun 2020 Claus resmi menjadi Direktur PT Freeport Indonesia. Berdasarkan riwayat karir Claus di PT Freeport, tercatat bahwa Claus telah berkarir di PT Freeport Indonesia selama lebih dari 20 tahun.

Adapun, penunjukkan Claus sebagai direktur dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Freeport Indonesia di Kementerian BUMN pada 7 Februari 2020. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pun turut bangga karena akhirnya Freeport bisa memiliki direktur dari Papua. Hal ini juga sekaligus membuktikan jika putra asli Papua memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan di PT Freeport Indonesia. Menurut Tony, perseroan terus mendorong agar putra asli daerah Papua bisa terlibat langsung. Apalagi, perseroan tengah mendorong agar porsi tenaga kerja lokal bisa mencapai 40%. Tercatat, dari 7.096 pegawai di Freeport, 2.890 di antaranya ialah orang Papua, atau sekitar 40,7 persen.