Mengolah Keberlimpahan Buah Carica
Beritapapua.id - Mengolah Keberlimpahan Buah Carica - Kompasiana

Mengolah Keberlimpahan Buah Carica – Pernahkah kamu berjalan-jalan atau sekadar menghabiskan waktu berlibur untuk menikmati dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah? Jika sudah, maka kamu tentu sudah tak asing lagi dengan buah carica. Yang merupakan kerabat pepaya yang menyukai keadaan dataran tinggi basah, 1.500–3.000 mdpl. Pada wilayah Wonosobo tanaman ini akrab dengan sebutan Carica. Sedangkan pada pulau Bali sebutan bagi tanaman ini adalah Gedang Memedi. Daerah asalnya adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan.

Tanaman buah ini masuk ke Indonesia pada masa menjelang Perang Dunia II oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Yang kemudian berhasil dikembangkan di Dataran Tinggi Dieng. Sekarang “carica” menjadi salah satu buah tangan khas dari daerah itu.

Buah ini kerap diolah menjadi sirup, jus, manisan, dan selai. Buah ini cocok untuk orang yang memiliki perut lemah terhadap buah-buahan karena mempunyai sifat memperbaiki pencernaan. Maka tak heran jika kita pasti akan menemukan sangat banyak pusat oleh-oleh yang menjual olahan buah ini.

Baca Juga: Membudayakan Membaca Bersama Rabbit Hole Indonesia

Manisan Carica Al Fath

Mengolah Keberlimpahan Buah Carica
Beritapapua.id – Mengolah Keberlimpahan Buah Carica – Detik

Salah satunya adalah Mudhofi. Pria asal Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo ini memproduksi berbagai olahan carica dengan merek Al Fath. Dalam menggarap bisnis yang ia tekuni sejak tahun 2015 ini, ia tak sendiri. Mudhofi yang juga pengurus Pondok Pesantren Al Fattah ini mengolahnya bersama sejumlah santri pondok pesantren dan warga sekitar yang membentuk koperasi.

Manisan Carica Al Fath dijual seharga Rp 20.000 untuk isi 6 cup, dan Rp 35.000 untuk isi 12 cup. Masing-masing cup berisi 115 gram buah carica. Sementara untuk proses produksi pengerjaannya melibatkan 20 orang yang terdiri dari para santri pondok pesantren.

Sehari-hari, ia dan timnya bisa mengolah buah carica mencapai 60 kg menjadi manisan. Pohon Carica merupakan buah yang bisa dipanen sepanjang tahun. Namun puncaknya adalah pada Maret-April, pada saat itu puluhan buah Carica yang berukuran sekepalan tangan berbuah berdesakan pada batang pohon. Pohon itu pula banyak terdapat pada ladang-ladang lereng bukit, pekarangan rumah penduduk, dan kebun.