Kosmetik Ilegal
Menjual Kosmetik Ilegal Bisa Dipidana

Menjual Kosmetik Ilegal Bisa Dipidana – Kosmetik sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari dunia kecantikan untuk perempuan. Dari remaja hingga dewasa, kosmetik seakan telah menjadi kebutuhan primer. Standar kecantikan yang terus berubah, menjadikan produk ini terus mendapatkan tempat bagi kaum hawa.

Keinginan untuk tampil cantik sebagaimana yang divisualisasikan oleh para selebgram maupun selebritas. Hal tersebut tak jarang membuat seseorang harus merogoh kocek lebih dalam. Mahalnya produk kecantikan yang berkualitas, membuat beberapa orang menjadikan ini lahan bisnis yang tidak sehat.

Tak jarang kita bisa mendapatkan sebuah produk kecantikan dengan harga yang begitu murah. Contohnya produk pemutih kulit. Di media sosial terutama instagram, mudah bagi seorang pengguna untuk bisa mendapatkan produk-produk pemutih. Apalagi dengan harga yang sangat miring, hingga bisa dijangkau oleh hampir semua kalangan. Namun, amankah produk-produk ini?

Iklan-iklan pemutih dengan janji instan dan harga yang begitu murah, sontak mendapat banyak tanggapan dan pembeli. Harus diperhatikan betul, apakah produk-produk tersebut telah melalui uji kelayakan dan mempunyai izin yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)?

10 Tahun Ganjaran Bagi Kosmetik Ilegal

Baca juga: Benarkah Sahabat Nabi Tidak Menabung Uang? Perlukah Kita?

Untuk menjadikan sebuah produk layak untuk dikonsumsi atau dipergunakan, haruslah mendapatkan izin beredar dari BPOM. Hal ini diatur di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan).

Pada pasal 98 UU Kesehatan telah diatur pihak mana saja yang berwenang dan berhak memproduksi atau memperjual belikan sebuah produk kosmetik.

(1) Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman, berkhasiat/bermanfaat, bermutu, dan terjangkau.

(2) Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan, dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat.

(3) Ketentuan mengenai pengadaan, penyimpanan, pengolahan, promosi, pengedaran sediaan farmasi danalat kesehatan harus memenuhi standar mutu pelayanan farmasi yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Setiap produk kecantikan atau kosmetik, haruslah sesuai standar yang telah ditentukan oleh pemerintah, untuk mendapatkan izin edar, sebagaimana yang diatur di dalam pasal 105 dan pasal 106 UU yang sama.

Bagi mereka yang dengan sengaja mengedarkan kosmetik tak berizin sebagaimana yang telah diatur pada pasal 98 di atas. Maka dapat dipidana penjara dengan hukuman maksimal 10 tahun sebagaimana diatur di dalam pasal 196, yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Maka berhati-hatilah dalam mengedarkan atau sengaja mempromosikan suatu kosmetik yang tidak jelas izin edar maupun standar kelayakannya. Ancaman pidana pada UU Kesehatan ini telah menunjukkan taringnya beberapa kali.