Menkes RI Akan Tambah Vaksin Kanker Menjadi Vaksin Wajib
beritapapua.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Dok. Kemenkes RI)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa akan menambah vaksin kanker untuk masyarakat Indonesia sebagai vaksin wajib. Vaksin tersebut untuk mencegah kanker, mengingat banyak wanita yang meninggal dunia akibat kanker serviks hingga kanker payudara.

Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GCO), dikutip Senin (18/4), per tahun 2020, total kasus kanker di Indonesia sebanyak 396.914. Kanker payudara menempati posisi pertama terbanyak dengan 68.858 kasus atau 16,6%, dengan kematian mencapai 22.000 jiwa, yang mana berarti 31.9 persen dari penderita kanker payudara meninggal dunia. Sementara itu, kanker serviks jadi yang terbanyak kedua dengan 36.633 kasus. Kematiannya lebih tinggi, sebanyak 21.003 jiwa atau lebih dari 57 persen.

Program wajib vaksin kanker diproyeksikan berjalan sejak 2021. Di 2021 baru berlangsung di 2 provinsi dan 5 kabupaten/kota. Per 2022, di 3 provinsi dan 5 kabupaten/kota, sementara rencananya di 2023 dan 2024 sudah berlaku di seluruh provinsi Indonesia.

Dikutip dari health.detik.com, menkes mengatakan “Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer, serviks ada vaksinnya,” hal tersebut disampaikannya dalam pertemian Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika dan Eropa pada Minggu, 18 April 2022.

Baca Juga: Mendikbud Ungkap Angka Bullying Pelajar Indonesia Masih Tinggi

Menkes ingin lebih mendorong masyarakat untuk mengutamakan langkah pencegahan, dibandingkan mengurus pasien kanker yang perlu perawatan di rumah sakit. Biaya pencegahan disebutnya lebih murah daripada harus mengeluarkan anggaran untuk perawatan kanker seperti operasi di RS dan kemoterapi.

“Dan jauh lebih nyaman juga buat si ibunya daripada masuk RS, dulu kita fokusnya terlampau banyak di kuratif. Waktu, anggaran, semuanya kuratif,” beber dia.

Apa itu Vaksin Rotavirus dan PCV?

Vaksin pneumococcal conjugate vaccine (PCV) dan Rotavirus bisa mencegah infeksi pneumonia dan diare. Dua infeksi tersebut menjadi penyebab kematian tertinggi balita di Indonesia.

Dilansir dari alodokter.com, Vaksin rotavirus adalah vaksin untuk mencegah infeksi rotavirus yang bisa menyebabkan muntaber atau gastroenteritis. Vaksin Rotavirus berisi rotavirus hidup yang sudah dilemahkan. Vaksin Rotavirus bekerja dengan cara memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan rotavirus ketika sewaktu-waktu virus ini menyerang.

“Rotavirus sama PCV ini karena untuk mencegah infeksi, stunting, masalah besar di anak-anak kita, infeksi terbesar gara-gara diare dan pneumonia ya kita ingin kasih vaksinnya, agar tidak terjadi infeksi. Agar asupan gizinya masuk dan benar-benar berkembang pertumbuhannya,” ungkap Menkes.