Menko PMK: Seks Bebas Adalah Perilaku Menyimpang
Beritapapua.id - Menko PMK: Seks Bebas Adalah Perilaku Menyimpang - Akurat

Menko PMK: Seks Bebas Adalah Perilaku Menyimpang – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan kepada para remaja dan generasi milenial soal bahaya seks bebas. Menurutnya, seks bebas adalah perilaku yang menyimpang.

“Seks bebas merupakan perilaku menyimpang yang tidak patut untuk dilakukan,” kata Muhadjir dalam keterangan resminya, Rabu (4/11).

Muhadjir menilai bahwa remaja, pemuda serta generasi milenial harus diselamatkan dari dampak buruk globalisasi, terutama dampak dari perilaku pergaulan.

“Khususnya di kalangan generasi milenial yakni para remaja dan pemuda. Remaja Indonesia harus terselamatkan dari dampak buruk globalisasi tersebut,” ujar Muhadjir.

Ia pun menegaskan bahwa seks bebas bukanlah budaya Indonesia. Tidak hanya itu, menurutnya seks bebas sangat bertentangan dengan nilai norma susila bangsa Indonesia.

“Perilaku tersebut merupakan merupakan budaya barat yang bertentangan dengan nilai dan norma ketimuran yang dianut bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Berdasarkan data survei dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2013 silam, terdapat temuan bahwa sekitar 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks, baik dengan kekasihnya, atau dengan orang sewaan.

Ia pun menjelaskan, bahwa perilaku ini akan menimbulkan dampak mental, psikis, dan kesehatan reproduksi pada remaja.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Akan Mengembangkan Bandara Pegunungan Arfak

Peran Serta Semua Pihak

Muhadjir mengatakan, orangtua dan keluarga, sekolah, pemerintah, serta para remaja itu sendiri harus mampu menangani bahaya seks bebas.

“Persoalan seks bebas harus ditangani secara menyeluruh mulai dari orang tua dan keluarga, sekolah, pemerintah, serta oleh remaja itu sendiri. Ini merupakan tugas kita bersama,” kata dia.

Menurutnya, untuk menangkal perilaku menyimpang tersebut, perlu adanya refleksi moral dari ajaran agama dan penanaman nilai norma susila. Orang tua, lingkungan terdekat anak, hingga sekolah sangat berperan penting dalam membentuk kepribadian dan kehidupan remaja yang bermoral.

“Generasi muda juga sejak dini harus ditopang oleh prinsip-prinsip keimanan dan ajaran agama, dan ajaran nilai dan norma susila yang kuat,” kata dia.

“Dengan begitu, niscaya generasi muda kita akan menjauhi perilaku seks bebas dan memahami bahwa perilaku itu adalah hal buruk yang tidak sesuai dengan nilai dan norma kita,” tegas Muhadjir.