Mensos Juliari Batubara Tersangka Korupsi Bansos Covid-19
Beritapapua.id - Mensos Juliari Batubara Tersangka Korupsi Bansos Covid-19 - Jawapos

Mensos Juliari Batubara Tersangka Korupsi Bansos Covid-19 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara sebagai tersangka korupsi program bantuan sosial (bansos) penanganan virus covid-19. Selain itu, KPK juga menetapkan 4 tersangka lain dalam kasus ini.

“KPK menetapkan lima orang tersangka. Sebagai penerima JPB, MJS dan AW. Kemudian sebagai pemberi AIM dan HS,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Minggu (6/12), seperti yang dikutip dari kompas.

MJS dan AW merupakan pejabat pembuat perjanjian di Kementerian Sosial. Sementara AIM dan HS merupakan pihak swasta.

Penetapan Juliari sebagai tersangka merupakan operasi lanjutan setelah sebelumnya pada Jumat (4/12). KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap 6 orang, yakni Matheus, Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar, Ardian, Harry, dan Sanjaya pihak swasta, serta Sekretaris di Kemensos Shelvy N.

Firli kemudian menjelaskan bahwa terjadi kesepakatan bahwa ada fee sebesar Rp 10 ribu dalam setiap paket bansos. Fee ini diduga diterima oleh Juliari.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar, seperti yang dikutip dari CNN.

Sedangkan untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Dengan demikian, Mensos Juliari diduga menerima uang suap sekitar Rp 17 miliar.

Baca Juga: Noken Papua Menjadi Gambar Untuk Google Doodle

KPK Sudah Ingatkan Berulang Kali

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan bahwa sejatinya KPK telah berulang kali mengingatkan. Agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan bansos untuk kepentingan pribadi. Peringatan ini juga disampaikan kepada Juliari.

Ghufron juga mengatakan bahwa KPK telah melakukan pemantauan langsung ke Kemensos, termasuk dalam melakukan ceramah soal isu pemberantasan korupsi.

Ia pun mengatakan bahwa KPK akan terus berkomitmen memberantas korupsi. Menurutnya, semua orang mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum, meskipun orang tersebut adalah pejabat sekalipun.

“Kami berharap ini adalah yang terakhir, jangan ada lagi yang masih melakukan korupsi karena KPK akan menegakkan hukum secara tegas,” ucap Ghufron.