Menteri Kesehatan Katakan Indonesia Siap Transisi ke Endemi
beritapapua.id - Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Dok. Humas Setkab)

Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan telah memberikan kode apabila Indonesia siap untuk transisi dari pandemi Covid-19 menjadi endemi. Namun hal tersebut akan berlaku jika masyarakat Indonesia meningkatkan kesadarannya akan pentingnya kesehatan.

“Selama masyarakat semakin siap menyadari apa yang harus dilakukan menghadapi pandemi ini, itu menunjukkan bahwa kita siap untuk bertransisi dari pandemi menjadi endemi,” tuturnya dalam Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Senin dikutip dari Antara.

Menteri Kesehatan berharap akan adanya perbaikan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia dengan tanggung jawab dari berbagai pihak atau seluruh lapisan masyarakat. Dia juga mengatakan bahwa “Kesehatan terhadap pandemi ini ada di tangan kita masing-masing”.

“Apabila tetap landai, tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan, mungkin akan berpikir untuk beralih status pandemi menjadi endemi,” tambah Budi Gunadi.

Kasus Covid-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan telah mencatat adanya penurunan kasus aktif sebanyak 5.755 kasus, sehingga kasus aktif tersisa menjadi 90.235. Untuk jumlah kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada Senin (4/4) tercatat bertambah sebanyak 1.661 kasus.

Sementara total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 di Tanah Air berjumlah 6.021.642 orang. Menurut pemberitaan sebelumnya Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Suharyanto berharap kondisi kasus Covid-19 setelah Lebaran 2022 mendatang tidak naik seperti pada liburan di tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Anggarkan 60 Miliar Untuk Pembangunan Rest Area Gunung Mas

Satgas COVID-19 mengharapkan masyarakat Indonesia dapat mudik dengan aman dan menjalani ibadah bulan Ramadhan dengan tenang dan menerapkan proteksi maksimal juga berlapis terhadap diri sendiri dan keluarga dengan vaksinasi.

Melansir dari website Vaksin Kementerian Kesehatan jumlah penerima vaksinasi dosis pertama telah mencapai 94.53 persen, dengan jumlah 196.880.155 dosis, sedangkan total vaksinasi dosis kedua mencapai 76.88 persen, dengan jumlah 160.107.212 dosis.

Untuk vaksin booster angkanya baru berada di 24.046.339 atau 11.55 persen. Untuk perinciannya sudah lengkap dalam website vaksin kemenkes, sehingga dapat [dicek] secara langsung oleh semua orang yang mengakses website tersebut.