Menteri PUPR Katakan Indonesia Butuh 61 Bendungan
beritapapua.id - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menghadiri 4th Asia-Pasific Water Summit 2022. (Foto: Istimewa)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa untuk mencapai ketahanan air, pangan dan energi, Indonesia membutuhkan setidaknya 61 bendungan. Sedangkan Indonesia saat ini baru memiliki setidaknya 29 bendungan, yang tentunya jumlah bahkan belum menyentuh setengah dari jumlah target. Dengan total 61 bendungan, Menteri PUPR mengatakan bahwa air untuk sistem irigasi akan bertambah.

“Penyelesaian 61 bendungan ini akan menambah air untuk sistem irigrasi premium dari 11% menjadi 20%,” ujar Basuki mengutip pada Selasa (26/4/2022).

Basuki juga menjelaskan, menambah jumlah bendungan dan menambah kapasitas intake serta menyediakan pintu tambahan untuk pelepasan air bendungan menjadi faktor penting. Dengan melakukan upaya itu maka akan dapat menambah ruang untuk menyimpan air hujan yang datang.

Selain itu Basuki juga menyebut akan membangun infrastruktur pendukung lain untuk menambah sistem irigasi baru. Sehingga [diharapkan] juga dapat mendukung ketahanan pangan.

“Kementerian PUPR juga melakukan revitalisasi 500 waduk dan danau, merehabilitasi 2 juta hektare sistem irigasi dan membangun 500 hektare sistem irigasi baru,” sambungnya.

Di samping itu, untuk menghadapi perubahan iklim, Indonesia juga memperkuat tanggung jawab untuk membuat kota yang lebih layak huni. Kementerian PUPR juga membangun fasilitas perlindungan banjir, ruang terbuka hijau dan biru dan menerapkan kualitas yang lebih baik untuk penyediaan air dan sanitasi.

Fungsi Bendungan Secara Umum

Bendungan sendiri merupakan bangunan yang berupa urugan tanah, urugan batu, beton, dan atau pasangan batu yang kegunaanya selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula untuk menahan dan menampung limbah tambang (tailing), atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk (Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan).

Baca Juga: Kemenkes Targetkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030

Bangunan satu ini dapat bergungsi sebagai penangkap atau penampung air. Bendungan juga dapat berguna untuk keperluan irigasi, air minum industri, tempat rekreasi, tempat penampungan limbah, cadangan air minum, pengendali banjir, perikanan, pariwisata dan olahraga air.

Waduk Jatiluhur menjadi salah datu bendungan terbesar di Indonesia yang memiliki banyak fungsi. Waduk ini berada di 100 kilometer arah tenggara dari Jakarta. Dam ini dibangun sejak tahun 1957 dan bisa menampung air dalam jumlah yang banyak dan bisa mengaliri ke area persawahan hingga 242 ribu hektar.