Menurut Data 153 Orang Meninggal Karena Covid-19 di Kota Jayapura
Satgas Covid-19 Jayapura lakukan penyemprotan disinfektan (foto : jayapurakab.go.id)

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, Provinsi Papua, mencatat 153 orang meninggal dunia karena Covid-19. Itu terlihat dari data akumulasi sejak pertama kali kasus Covid-19 yang ada di Kota Jayapura, Maret 2020.

“Kasus kematian lebih banyak sebelum diberlakukannya pembatasan sosial. Satu hari bisa 2-3 orang,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, Senin (19/4/2021).

Rustan mengatakan, jumlah tersebut tercatat sejak pemerintah pertama kali mengumumkan pada 2 Maret 2020 kasus Covid-19 di Indonesia. Dan khususnya di ibukota Provinsi Papua, datanya terus bertambah selama masa pandemi.

“Lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan menjadi kelompok paling berisiko meninggal karena Covid-19. Kelompok usia muda juga rentan tertular Covid–19 bila tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujar Rustan.

Baca Juga : Jacksen Tiago Puji Performa Pemain Magang Persipura Jayapura

Ia juga menjelaskan, berdasarkan data kumulatif Satgas Penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, warga yang positif sebanyak 8.939 orang. Untuk pasien yang sembuh sebanyak 8.405 orang, dan pasien yang saat masih dalam perawatan sebanyak 381.

“Kebanyakan dari mereka yang meninggal dunia karena Covid-19 di rentang usia 50 tahun ke atas, sebanyak 87 persen, dan usia di bawah 50 tahun sebanyak 13 persen. Mereka meninggal karena penyakit bawaan, seperti jantung, paru-paru, dan diabetes melitus. Usia 30-40 tahun juga memiliki risiko ,” ujar Rustan.

Tetap Patuhi Prokes Selama Pandemi Covid-19

Untuk itu Rustan berharapa selama masih dalam masa pandemi ini, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini yang ia katakan seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga kesehatan, dan mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menjaga iman agar tidak tertular.

“Kalau ada gejala-gejala Covid-19, seperti batuk, pilek, demam, hilang penciuman, segera ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih dini,” ujar Rustan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, karena penularan virus korona di ibukota Provinsi Papua tersebut, hingga saat ini masih terus terjadi.

“Tentunya kita tidak ingin ada lagi warga yang meninggal karena Covid-19. Angka harian warga yang tertular Covid-19 sekarang sudah menurun antar 6-10 orang,” ujar Antari.

Antari berharap warga tetap mematuhi protokol kesehatan agar mempercepat memutus penyebaran Covid-19 sehingga kehidupan di Kota Jayapura kembali normal, tidak ada pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi.