Menyambut Kedatangan Vaksin Covid-19 dari China Untuk Diuji Klinis
beritapapua.id - Menyambut Kedatangan Vaksin Covid-19 dari China Untuk Diuji Klinis - Fajar.co.id

Kedatangan 2.400 vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech, China disambut baik oleh Pemerintah Indonesia. Vaksin Covid-19 yang datang pada Minggu 19 Juli 2020, akan segera dilakukan uji klinis tahap ketiga di Bio Farma. Vaksin Covid-119 dari Sinovac tersebut selanjutnya akan berada di Biofarma dan disimpan sesuai dengan ketentuan-ketentuan penyimpanan vaksin internasional. Uji klinis vaksin Covid-19 ini dilakukan dengan berkoornidasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pemerintah melaui Kementerian BUMN juga siap memberikan bantuan dukungan dan sarana yang diperlukan. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, selama uji klinis vaksin Covid-19 dilakukan, ia juga meminta agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Lewat disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Bio Farma selaku salah satu BUMN yang bergerak dibidang farmasi rencananya akan memproduksi dan mendistribusikan vaksin tersebut bila uji klinis berhasil. Bio Farma juga akan memastikan untuk memproduksi obat untuk terapi kesembuhan. Bio Farma mengaku siap memproduksi vaksin Covid-19 hingga 100 juta dosis per tahun. Saat ini uji klinis belum dilakukan karena masih ada tahapan pengujian di dalam Laboratorium Bio Farma dan beberapa proses perizinan lainnya.

Baca Juga: Gulat Tradisional Asal Suku Malind Kimaam, Papua

Proses Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Sementara itu Tim Riset FK Unpad saat ini tengah menyiapkan uji klinis fase III vaksin Covid-19 kerja sama antara Bio Farma dan Sinovac Biotech, China. Dimana uji klinis rencananya akan dilakukan pada Agustus 2020. Vaksin tersebut akan disuntikkan dua kali kepada 1.620 relawan sehat dengan rentang usia 18-59 tahun di Bandung, yang sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun pengujian ini baru bisa dilakukan setelah Komite Etik Penelitian Unpad memberikan persetujuan.

Nantinya vaksin tersebut akan disuntikkan dua kali ke tubuh relawan per 14 hari. Secara berkala, tim akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap setiap relawan. Pemantauan relawan dilakukan selama 7 bulan. Dengan hasil uji klinis tersebut yang akan dibandingkan dengan hasil uji klinis yang sama di berbagai negara. Selain di Indonesia, uji klinis tahap tiga vaksin COVID-19 dari Sinovac tidak hanya dilakukan di Indonesia. Negara lain seperti India, Bangladesh, negara-negara Afrika dan Amerika Latin juga tengah melakukannya.

Uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 ini membutuhkan waktu panjang, yang diperkirakan pengujian bisa selesai pada Januari 2021. Setelah uji klinis selesai, Kementerian Kesehatan yang akan berperan. Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyampaikan Kementerian Kesehatan akan menyiapkan personel untuk melakukan imunisasi serta penganggarannya. Jika nantinya uji klinis kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac memperlihatkan adanya perlindungan dari virus SARS-CoV-2.