Menyibak 75 Tahun Perjuangan PLN Menerangi Indonesia
Acara Bedah Buku 75 Tahun PLN Menerangi Negeri. Foto: tangkapan layar Webinar Bedah Buku “75 Tahun PLN Menerangi Negeri”, (Rabu 04/04/2021)

Menyibak 75 Tahun Perjuangan PLN Menerangi Indonesia – Saat listrik mati, tak sedikit dari kita yang lantas melontarkan kritik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jangankan mati satu jam, mati 15 menit saja sebagian orang sudah tak tahan. Padahal, perihal menyediakan listrik ke seluruh Indonesia bukanlah hal mudah.

Begitu-lah ungkapan Rida Mulyana, Direktur ESDM, dalam acara Bedah Buku 75 Tahun Perjuangan Menerangi Negeri, Rabu (04/04/2021).

“Kondisi geografis menambah kerja keras untuk mengalirkan listrik. Bayangkan, PLN harus menyediakan listrik bagi seluruh warga Indonesia selama 24 jam,” ujar Rida saat memberikan kata sambutan dalam Webinar Bedah Buku 75 Tahun Perjuangan Menerangi Negeri.

75 Tahun Perjuangan PLN

Baca juga: Resume Bedah Buku 75 Tahun Menerangi Negeri

Dalam acara tersebut, PLN hendak membedah dua buku yang sekaligus menjadi hadiah ulang tahun ke-75 PLN. Buku pertama berjudul “Menerangi Negeri PLN 75 Tahun” merupakan karya tulis Tri Haryono dan tim tentang perjuangan PLN selama 75 ke belakang.

Buku tersebut tak hanya mengungkap sejarah. Namun, Tri Haryono dan tim juga memaparkan figur ketokohan pemimpin PLN tiap zaman, serta bagaimana mereka menghadapi tantangan.

“Bahwa urgensi pembuatan buku ini adalah karena sudah lama tidak ada buku yang mencatat perjalanan PLN. Adapun terakhir buku yang demikian adalah buku 50 Tahun PLN,” jelas Tri Haryono.

Buku kedua merupakan karya foto esai dari sejumlah fotografer Nusantara. Arbain Rambey, sebagai kurator buku berjudul “Menerangi Indonesia Memajukan Bangsa” ini merekam berbagai bentuk perjuangan PLN dalam menerangi negeri.

“Dalam karya jurnalistik, ini adalah sebuah esai foto yang panjang mengisahkan perjalanan PLN selama 75 tahun,” jelas Arbain Rambey dalam acara tersebut.

Sebagai salah satu contoh, Lombok misalnya. PLN perlu menancapkan tiang listrik pada laut agar listrik sampai ke sana.

Menyibak 75 Tahun Perjuangan PLN Menerangi Indonesia
Foto di lombok, tiang listrik di tengah laut. Foto: tangkapan layar Webinar Bedah Buku “75 Tahun PLN Menerangi Negeri”, (Rabu 04/04/2021)

Lantas, pertanyaannya ‘apa pentingnya mempelajari sejarah PLN?

Soekarno: Bangsa yang Kuat adalah Bangsa yang Mengingat Sejarah

Baca juga: Helm Hilang Tanggung Jawab Siapa?

Mengutip perkataan Soekarno tentang bangsa yang kuat, Darmawan Prasodjo, Wakil Direktur Utama PLN, mengungkapkan pentingnya sejarah PLN. Beliau menyebut bahwa perjalanan PLN dalam menerangi Indonesia sarat akan ilmu.

“Bangsa yang besar itu adalah bangsa yang selalu mengingat sejarah. Karena dari sejarah itu muncul sifat yang disebut pride dan courage,” ucap Darmawan Prasodjo dalam Webinar Bedah Buku “75 Tahun PLN Menerangi Negeri”.

Menurutnya, ada dua hal penting yang membuat buku perjalanan perjuangan PLN menjadi sangat penting. Pertama, karakter ketokohan dari kisah-kisah pemimpin PLN kala menghadapi tantangan setiap zamannya. Bayangkan, zaman dahulu tidak seperti sekarang.

Keterbatasan teknologi menjadi tantangan utama dalam mengaliri listrik se-Indonesia. Namun, PLN membuktikan bahwa mereka mampu. Buktinya, saat ini rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 99,9 persen. Artinya, sudah hampir seluruh wilayah Indonesia teraliri listrik, meski tidak 24 jam.

Kedua, kedua buku tersebut mengandung knowledge atau pengetahuan yang berbasis pada kekuatan korporasi. Maksudnya, upaya PLN menanggapi tantangan zaman menjadi sebuah warisan bagi generasi ke depannya.

Deerdarlinto, Assistant Professor of Mechanical Engineering Gadjah Mada University, selaku penanggap pun sependapat dengan Darmawan.

“Buku ini adalah sejarah dan internal knowledge. Dalam pembahasan energi, internal knowledge ini disebut sebagai tested knowledge. Karya ini ini membuktikan bahwa tested knowledge dari PLN ini tidak akan hilang,” ujar Deendarlinto menanggapi.

Kehadiran PLN adalah Kehadiran Negara

Tantangan PLN beragam. Mulai dari kondisi geografis hingga keamanan. Bayangkan, PLN harus menyediakan listrik bagi seluruh warga Indonesia selama 24 jam. Artinya, PLN seluruh warga Indonesia adalah pelanggan PLN yang perlu mendapatkan pelayanan yang baik.

“Rasio elektrifikasi di Indonesia sudah hampir mencapai 100, sudah sampai 99,9 persen. Apa yang bisa kita tarik dari kesimpulan? Hanya tersisa sedikit sekali yang belum teraliri listrik. Perjuangan untuk 1 persen terakhir ini membutuhkan daya juang yang luar biasa. Kenapa? Karena lokasi 1 persen itu adalah yang paling sulit dan sangat terpencil, bahkan belum kondusif secara keamanan,” papar Zulkifli Zaini selaku Dirut PLN.

Yang menarik dari mempelajari sejarah PLN adalah kaitannya sebagai simbol kedaulatan negara. Beliau menambahkan bahwa listrik yang mengalir hingga pelosok adalah bentuk kehadiran negara bagi masyarakatnya.

Penasaran membaca bukunya?